Amerika Serikat Soroti Uji Rudal Balistik China di Samudera Pasifik dan Desak Dialog Pengendalian Senjata

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Amerika Serikat menyatakan uji coba rudal balistik antarbenua yang diluncurkan China dari kapal selam bertenaga nuklir menuju Samudera Pasifik merupakan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan bagi kawasan Asia maupun dunia, serta mendesak Beijing memperkuat komitmen terhadap pengendalian senjata nuklir.

AS Nilai Pengembangan Nuklir China Mengkhawatirkan

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan pihaknya memantau peluncuran rudal balistik yang tidak membawa hulu ledak tersebut hingga jatuh di kawasan selatan Samudera Pasifik.

“Percepatan pengembangan senjata nuklir Beijing yang berlangsung cepat dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi kawasan maupun dunia,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Washington juga mendesak China menahan laju proliferasi senjata nuklir, terlibat dalam pembahasan pengendalian senjata yang lebih bermakna, serta menerapkan mekanisme pemberitahuan rutin terkait peluncuran rudal dan wahana antariksa.

Menurut AS, mekanisme tersebut telah diterapkan oleh negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu Inggris, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu menambah daftar negara yang sebelumnya telah menyampaikan keprihatinan atas uji coba tersebut, termasuk Australia dan Jepang.

China Sebut Uji Rudal Bagian dari Latihan Rutin

Pemerintah China sebelumnya menyatakan peluncuran rudal strategis dari kapal selam nuklir merupakan bagian dari latihan militer tahunan angkatan laut dan tidak ditujukan kepada negara tertentu.

China juga menegaskan rudal tersebut jatuh tepat di wilayah perairan yang telah ditentukan serta seluruh pelaksanaan uji coba dilakukan sesuai hukum internasional.

Media resmi Partai Komunis China, Global Times, menyebut kemampuan nuklir strategis negara itu telah mencapai tonggak penting dan mengutip pandangan sejumlah pakar yang meyakini rudal yang diuji merupakan JL-3 dengan jangkauan lebih dari 10.000 kilometer.

Mantan pejabat pertahanan Amerika Serikat yang kini menjadi peneliti senior di Center for China Analysis, Asia Society Policy Institute, Lyle Morris mengatakan, “Uji coba dengan jangkauan seperti ini merupakan perkembangan besar dan menunjukkan bahwa China tengah membangun kemampuan penangkalan nuklir berbasis laut yang lebih mampu bertahan dan memiliki jangkauan lebih jauh.”

Ia memperkirakan rudal tersebut jatuh di kawasan timur laut Kepulauan Solomon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terima Bintang Adipura dari Prabowo, PM Modi: Penghargaan Ini Milik Rakyat India
• 38 menit laludetik.com
thumb
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Amerika Resmi Tersingkir, Intervensi Trump Tak Mampu Selamatkan Mereka di Piala Dunia 2026
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Data Bedah Rumah Tak Sesuai, Menteri Ara Semprot Kepala Balai Perumahan Jabar
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya Akui Penerimaan Pajak 2026 Bisa Shortfall Rp 46,9 T, Ini Strateginya
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.