jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Keretakan hubungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin, mencuat, seiring kembalinya Erwin dalam tatanan pemerintahan.
Sebelumnya, Erwin tersandung masalah dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan. Namun, kejaksaan membatalkan status tersangka Erwin dikarenakan tidak ada dana yang mengalir ke kantong pribadinya.
BACA JUGA: Butuh Waktu 6 Bulan untuk Polrestabes Bandung Mampu Tangkap Pengeroyok Maut
Kini, setelah kembali bekerja sebagai wakil wali kota, Erwin menyatakan apabila dirinya tidak pernah dilibatkan wali kota dalam pembahasan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, meminta wali kota dan wakil wali kota untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Ia menduga, masalah keduanya selama ini adalah komunikasi.
BACA JUGA: Wawalkot Bandung Erwin Banyak Mengeluh Tak Dilibatkan, Publik Menanti Kerja Nyata
"Saya berharap ini segera diselesaikan, duduk bersama, seperti komitmen pada awal ketika pencalonan seperti apa, ngobrol duduk berdua. Kan pemerintahan seperti itu ya, satu paket kan mereka juga terpilih, engga bisa mereka pa aing-aing (sendiri-sendiri)," kata Erwan di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (7/7/2026).
Erwan menuturkan, dalam menjalankan roda pemerintahan diperlukan kerja sama antara pemimpin dan wakilnya. Tidak bisa salah satu pihak hanya bekerja sendiri.
BACA JUGA: Farhan Respons Keluhan Erwin Tak Pernah Dilibatkan, Begini Penjelasannya
Ia meminta, masing-masing pemimpin daerah untuk menurunkan ego dan bekerja melayani masyarakat.
"Tidak bisa mereka mengorbankan kepentingan masyarakat hanya karena ego pribadi. Oleh karena itu, mari kita hilangkan ego-ego pribadi, ego-ego golongan demi masyarakat Jawa Barat dan juga Kota Bandung. Semua kota/kabupaten yang lainnya juga kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk duduk bersama selesaikan permasalahan secara dingin," ujarnya.
Erwan pun menyerahkan permasalahan ini kepada kedua belah pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tidak akan ikut campur untuk memediasi Farhan dan Erwin.
"Ya kan kita lihat mereka sudah pada dewasa. Kalau mereka bisa selesaikan secara sendiri ya kenapa harus dimediasi? Kalau mereka sudah sampai ke permasalahan yang lebih mendalam, yang lebih sulit untuk mereka bermediasi sendiri, ya kami akan mediasi," terangnya.
Sementara itu, di tengah polemik yang terjadi, Farhan dan Erwin akhirnya kembali tampil bersama dalam satu agenda di Balai Kota Bandung pada Selasa pagi.
Meski demikian, keduanya memberikan respons berbeda ketika ditanya mengenai kondisi hubungan mereka.
Farhan menegaskan komunikasi tetap berjalan baik, sementara Erwin mengaku baru kali ini kembali diundang dalam agenda bersama dan berharap bisa segera berdiskusi langsung dengan wali kota.
"Baik-baik aja. Ngobrol lah. Tadi kan datang ikut pelantikan juga. Aman. Hubungan tidak pernah beku, jadi selalu cair," kata Farhan.
Farhan mengakui persoalan yang mencuat ke publik tidak hanya menyangkut hubungan pribadi dirinya dengan Erwin, tetapi juga melibatkan komunikasi politik antarpartai pengusung.
Menurut dia, dinamika tersebut telah menjadi perhatian pimpinan Partai NasDem maupun PKB, baik di tingkat daerah hingga nasional.
"Ini hubungan politik. Apa yang kemarin diberitakan itu menjadi perhatian ketua umum Partai NasDem dan ketua umum Partai PKB. Kalau sudah ketua umum partai ngomong, ya kita mengikuti," ujarnya.
Meski demikian, Farhan memastikan dirinya tetap merasa hubungan dengan Erwin berjalan harmonis.
"Alhamdulillah happy saya mah," katanya.
Di sisi lain, Erwin mengatakan hingga kini dirinya dan Farhan memang belum sempat berbicara secara langsung untuk membahas persoalan yang mencuat.
Meski begitu, ia memastikan komunikasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
Mengenai arahan partai, Erwin menegaskan akan mengikuti keputusan yang diberikan kepadanya.
"Kalau dari partai A ya A, kalau B ya B. Saya mengikuti arahan," ujar Erwin.
Saat ditanya apakah agenda tersebut menjadi kali pertama dirinya kembali hadir bersama Farhan setelah polemik mencuat, Erwin mengaku baru kali ini menerima undangan.
"Ya kan saya diundang. Kalau enggak diundang ya enggak datang. Sejauh ini baru sekarang diundang," katanya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




