JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di sekitar kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, memastikan pelaku pencurian pagar besi taman bukan berasal dari lingkungan setempat.
Mereka mengaku sempat mengira orang-orang yang membongkar pagar merupakan petugas resmi.
"Bukan orang-orang sini, bukan. Kirain dari dinas-dinas mana gitu kan. Ya (warga) enggak mau masalah, enggak mau jadi dipermasalahin gitu, enggak mau ikut campur gitu, jadi kita pada cuekin aja," ujar Ana saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Pencuri Pagar Taman Kolong Flyover Kampung Melayu Bukan Warga Sekitar
Menurut Ana, pelaku berjumlah lebih dari tiga orang dan datang dengan pembagian tugas masing-masing.
Sebagian pelaku bertugas membongkar pagar menggunakan palu.
"Kalau saya lihat kemarin ada tiga orang. Terus ada dua yang suka bobol-bobolin (palu-palu beton). Ya kayaknya sih sekitar lima atau lebih," ucap Ana.
Ia mengatakan, pagar besi dibongkar menggunakan palu dan linggis sebelum akhirnya diangkut menggunakan bajaj.
Baca juga: Pagar Besi Taman Flyover Kampung Melayu Raib Dicuri, Warga Sebut Habis dalam 4 Hari
"Pokoknya tiba-tiba diangkut pake bajaj, memang dari waktu-waktu itu bajaj. Itu pagar (yang dicuri) ditaruh atasnya," tutur Ana.
Ana menduga aksi pencurian dilakukan secara bertahap selama tiga hingga empat hari.
Sebab, sepekan sebelumnya pagar di taman tersebut masih terlihat utuh.
"Kalau buat saya itu memang pencurian itu dari awal-awalnya dari situ tuh. Tapi kok lama-lama ini secara tiba-tiba cepat sekali gitu. Jadi ya bener, dari 3 hari, 4 hari yang lalu. Jadi habis semuanya," jelas Ana.
Sebelumnya, pagar besi taman di bawah kolong Flyover Kampung Melayu dilaporkan raib setelah diduga dicuri oleh orang tak dikenal.
Baca juga: Kolong Flyover Kampung Melayu Jaktim Akan Disulap Jadi Arena Tinju dan Muay Thai
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sebagian besar pagar besi yang mengelilingi taman telah hilang.
Akibatnya, tidak ada lagi pembatas antara area taman dengan badan jalan. Pagar yang tersisa hanya beberapa batang besi penyangga.
Kondisi beton penyangga pagar juga tampak rusak dan miring.
Baca juga: Update Banjir Jakarta: 8 RT di Kampung Melayu Jaktim Masih Tergenang
Diduga, pelaku menghancurkan beton terlebih dahulu agar pagar besi lebih mudah dicabut.
Sejumlah tembok penyangga pagar pun terlihat mengalami kerusakan.
Pada Selasa pagi, sejumlah petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur tampak membersihkan puing-puing beton yang diduga dirusak saat aksi pencurian berlangsung.
Petugas juga mengamankan beberapa pagar besi yang masih tersisa untuk mencegah kembali menjadi sasaran pencurian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




