JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (7/7/2026) dan bertahan di level Rp17.995 per dolar AS.
Pelaku pasar masih menunggu rilis notulen rapat Federal Reserve (The Fed) yang akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Beber Minat Investor China Tinggi Terkait Panda Bond, Singgung Rupiah-Dolar
Di tengah kehati-hatian tersebut, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia naik menjadi 145,6 miliar dolar AS pada akhir Juni 2026.
Kurs rupiah hari ini bergerak datar dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.995 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per dolar AS akibat sentimen global.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dalam tekanan yang diperkirakan melemah pada kisaran di Rp17.950-Rp18.020 dipengaruhi faktor global. Walaupun index dollar melemah, namun pelaku pasar masih hati-hati dalam mengantisipasi rilis notulen meeting The Fed pada Kamis, 9 Juli, waktu AS," papar Rully, dikutip dari Antara.
Menurut dia, meski indeks dolar melemah, data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) AS yang lebih lemah berpotensi menggeser fokus The Fed.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Bank Sentral AS Kevin Warsh, bank sentral itu diperkirakan lebih fleksibel dalam memberikan sinyal arah suku bunga setelah sebelumnya berfokus pada target inflasi 2 persen.
Dari dalam negeri, investor juga mencermati defisit neraca perdagangan sebesar 1,61 miliar dolar AS serta arus modal keluar (capital outflow) di pasar saham yang mencapai Rp2,73 triliun sejak awal Juli.
Pasar turut menunggu data cadangan devisa Indonesia yang dirilis BI karena menjadi salah satu indikator kemampuan bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global.
Baca Juga: Arena Biliar dan Kafe di Yogyakarta Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah | BERUT
Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS, naik 700 juta dolar AS dibandingkan posisi akhir Mei yang sebesar 144,9 miliar dolar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan tersebut terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV/Antara
- rupiah
- kurs rupiah hari ini
- nilai tukar rupiah
- dolar AS
- cadangan devisa Indonesia
- Bank Indonesia





