Perusahaan Kaesang Dililit Utang, Puluhan Karyawan Kena PHK

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan pengolahan hasil perikanan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Kaesang Pangarep, tengah menghadapi tekanan keuangan.

Perseroan dikabarkan mengalami kesulitan likuiditas hingga mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah perbankan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7), PMMP memiliki kewajiban kredit kepada PT Bank Permata Tbk dengan nilai outstanding mencapai US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS).

Selain itu, perusahaan juga masih memiliki fasilitas pinjaman senilai Rp5,49 miliar.

Tak hanya itu, PMMP juga tercatat memiliki utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar.

Kewajiban lainnya berasal dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai US$22,8 juta atau setara Rp409,1 miliar.

Perseroan juga masih menanggung pinjaman dari PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta dan PT Bank Resona Perdania senilai US$5,99 juta.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen PMMP menegaskan bahwa seluruh nilai pinjaman tersebut belum termasuk kewajiban pembayaran bunga.

“Saldo tersebut di atas di luar hutang bunga,” tulis manajemen PMMP.

Perusahaan mengungkapkan bahwa keterbatasan modal kerja menjadi salah satu penyebab terganggunya operasional.

Untuk kembali menjalankan aktivitas bisnis secara optimal, PMMP memperkirakan membutuhkan tambahan modal kerja sekitar US$15 juta atau setara Rp269,1 miliar.

Kondisi tersebut membuat perusahaan saat ini hanya mengoperasikan satu fasilitas produksi yang berlokasi di Situbondo.

Sementara untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, PMMP memilih membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan sistem pembayaran yang dilakukan setelah hasil ekspor diterima.

“Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan,” tulis manajemen.

Penurunan kapasitas produksi turut berdampak pada efisiensi tenaga kerja.

Sejak 2024 hingga saat ini, PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 37 karyawan tetap di level staf dan 79 pekerja harian. Di sisi lain, sebanyak 82 karyawan staf juga tercatat mengundurkan diri.

Sebagai informasi, PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan yang dimiliki Kaesang Pangarep, menguasai 188,24 juta saham PMMP atau setara dengan 7,27 persen dari total kepemilikan saham perusahaan. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Narendra Modi Dijadwalkan Mengunjungi Candi Prambanan dan Menandatangani Sejumlah MoU dalam Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Polsek Penjaringan tangkap sindikat pencuri bermodus ganjal ATM 
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Dokter PPDS Unsrat Meninggal Dunia di Kamar Kos Usai Diduga Jadi Korban Bullying di RSUP Kandou Manado
• 9 jam laludisway.id
thumb
Maskapai Diminta Kaji Konsep Bagasi Berdasarkan Jumlah Koper, Begini Keunggulannya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Hakim PN Jakarta Selatan Mengabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo, Penggeledahan hingga Penahanan Dinyatakan Tidak Sah
• 6 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.