Kota Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat selama periode Juni 2026 telah terjadi sebanyak 72 kejadian gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya.
"Dari 72 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 3,9 magnitudo dan yang terkecil 1 magnitudo,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Edi Wibowo, di Bandung, Selasa, 7 Juli 2026, melansir Antara.
Berdasarkan kedalaman, pusat gempa bumi berkedalaman kurang dari 60 kilometer sebanyak 60 kejadian. Kemudian, antara 60-300 kilometer 12 kejadian.
“Sepanjang periode bulan Juni terdapat lima kali gempa bumi yang dirasakan,” ujar dia.
Baca Juga :
Gempa M6,2 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelas dia.
Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)
BMKG Bandung memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG.
“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” jelas Edi.




