Pemkot Jaktim Resmikan Bank Sampah Pintar Kemilau, Sampah Kini Bisa Jadi Tabungan Emas

narasi.tv
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola sampah secara lebih efektif dengan mengedepankan strategi pemilahan sampah dari sumbernya. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pendirian Bank Sampah Pintar Kemilau sebagai pusat pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Pemkot Jaktim juga menggandeng PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia sebagai mitra strategis untuk turut memperkuat upaya penyediaan sarana dan teknologi yang mendukung proses pemilahan sampah.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada PT ANTAM Tbk UBPP Logam Mulia atas sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur. Kehadiran Bank Sampah Pintar Kemilau beserta bantuan tempat sampah pilah menjadi langkah konkret dalam memperkuat budaya memilah sampah di masyarakat," ujar Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam acara peresmian Bank Sampah Pintar Kemilau di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026), dikutip dari Antara.

Dukungan Fasilitas Pemilahan Sampah

Menurut Munjirin, bank sampah merupakan upaya untuk memperluas kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan warga dalam menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, sekaligus mendukung target pengurangan sampah di Jakarta.

Untuk memperlancar kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Pemkot Jaktim melalui Bank Sampah Pintar Kemilau menyalurkan 140 unit tempat sampah pilah dengan kapasitas 120 liter.

Tempat sampah tersebut terdiri dari dua kategori, yakni organik dan anorganik, yang diletakkan secara strategis di seluruh kelurahan di Kecamatan Pulo Gadung. Penyediaan fasilitas ini bertujuan untuk memudahkan warga dalam membiasakan pemilahan sampah sejak awal.

"Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dan berkontribusi terhadap pencapaian target pengurangan sampah di Jakarta," imbuh Munjirin.

Menurutnya, bantuan dari ANTAM tersebut turut mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang menitikberatkan penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya melalui peningkatan partisipasi masyarakat.

Tempat Sampah Dilengkapi Barcode

General Manager PT ANTAM Tbk UBPP Logam Mulia Ismail menyampaikan dalam kesempatan yang sama, bahwa perusahaan berkomitmen mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui peresmian Bank Sampah Pintar Kemilau dan penyaluran sarana pemilahan sampah.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUt) ke-58 PT ANTAM Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

"Melalui peresmian Bank Sampah Pintar Kemilau dan penyaluran tempat sampah pilah ini, ANTAM ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya," kata Ismail.

Ia menambahkan sebanyak 140 tempat sampah pilah organik berkapasitas 120 liter yang disalurkan ANTAM itu telah dilengkapi barcode. Dengan demikian, pencatatan timbangan dan transaksi sampah dapat tersalurkan secara efisien dan akurat lewat Bank Sampah Pintar Kemilau. Hal ini juga meningkatkan transparansi dan kemudahan dalam pemantauan data pengelolaan sampah.

"Kami percaya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan sampah di Jakarta," lanjutnya.

Harapan Program Bank Sampah

Pemkot Jakarta Timur dan para mitra perusahaan berharap Bank Sampah Pintar Kemilau dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat diterapkan di wilayah lain di Jakarta. Kata Ismail, Bank sampah ini tidak hanya berperan sebagai alat pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai media edukasi dan sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain dampak lingkungan, lanjut Ismail, Bank Sampah Pintar Kemilau juga diharapkan memberikan nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat dengan konsep pengelolaan sampah yang dihubungkan dengan tabungan emas atau logam mulia.

Melalui langkah konsisten dalam memilah dan mengelola sampah, diharapkan terjadi penurunan signifikan dalam volume sampah yang menyebabkan pencemaran dan permasalahan lingkungan.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Hadapan DPR, Purbaya Laporkan Belanja Semester I-2026 Tembus Rp 1.656 Triliun
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Datangi Polsek Pancoran, Karina Ranau Minta Penambahan Pasal dalam Laporan Dugaan Penganiayaan
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Putri Bung Hatta Tolak Pendekatan Militeristik untuk Koperasi Desa Merah Putih | DIPO INVESTIGASI
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Lorong Labirin Hiasi Trotoar Darurat MRT Bundaran HI
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah pada Selasa pagi bergerak datar tetap Rp17.995 per dolar AS
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.