Penerimaan Pajak Berpotensi Shortfall, Purbaya Andalkan Perbaikan Coretax dan Pegawai Pajak

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kinerja penerimaan pajak pada 2026 di tengah potensi shortfall sebesar Rp46,9 triliun. Upaya tersebut akan difokuskan pada penyempurnaan sistem Coretax serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Berdasarkan proyeksi pemerintah, penerimaan pajak tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp2.310,8 triliun atau sekitar 98% dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun. Kondisi tersebut memunculkan potensi shortfall senilai Rp46,9 triliun.

Untuk mengatasi hal itu, Purbaya mengatakan pemerintah akan terus membenahi Coretax yang sempat mengalami kendala pada sisi antarmuka (interface), sekaligus memperketat pemantauan terhadap kinerja kantor-kantor pajak di seluruh Indonesia.

"Coretax kita perbaikin lagi. Sudah bagus, tapi 'kan kemarin ada interface yang lambat lagi, kita betulin lagi, terus kita akan monitor kinerja setiap kantor pajak," kata Purbaya kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Selain penyempurnaan sistem, Purbaya meminta seluruh unit vertikal DJP memberikan pelayanan yang lebih cepat dan optimal kepada wajib pajak. Menurutnya, kualitas pelayanan yang baik akan berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan negara.

Ia juga menegaskan akan mengambil tindakan terhadap pegawai pajak yang berkinerja buruk maupun melanggar kode etik. Menurutnya, setiap pegawai harus menjunjung tinggi integritas, bekerja secara efektif dan efisien, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

"Sekarang saya juga boleh merumahkan orang, saya akan merumahkan kalau mereka [pegawai DJP] tidak kerja dengan bagus, tapi rata-rata sekarang sudah lebih baik. Cuma, kalau tetap saja ada yang tidak efisien atau agak lamban, ya kita beresin," ucapnya

Baca Juga: Purbaya Jadwalkan Makan Siang dengan Said Iqbal di Kemenkeu Besok

Baca Juga: Purbaya Umumkan Defisit APBN Semester I-2026 Tembus Rp196,5 Triliun

Di sisi lain, pemerintah menargetkan pertumbuhan penerimaan pajak dapat dipertahankan di kisaran 23% agar target APBN 2026 tetap tercapai. Hingga semester I-2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Purbaya, pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, pembayaran upah dan THR, kenaikan harga komoditas, serta berbagai upaya optimalisasi yang dilakukan otoritas pajak.

"Mudah-mudahan kita bisa tahan di 23% penerimaan pajaknya sehingga income kita akan lebih baik. Saya yakin dengan efisiensi pegawai pajak, perbaikan coretax, dan perbaikan prosedur, kita bisa mencapai itu tanpa menaikkan tarif pajak," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Dokter PPDS Meninggal, Pemerintah Diminta Evaluasi Praktik Pendidikan Dokter Spesialis
• 6 jam lalukompas.com
thumb
14 Staf Daycare Little Aresha Ditetapkan Jadi Tersangka Baru
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Depan Modi, Puan Harap RI-India Saling Jaga di Tengah Gejolak Geopolitik
• 2 jam laludetik.com
thumb
IHSG Menguat, Pasar Cermati Risalah The Fed dan Cadangan Devisa Indonesia
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Indonesia Cerah Pada Selasa
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.