Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Gedung DPR, MPR, dan DPD RI pada Selasa (7/7/2026).
Dilihat dari siaran YouTube Parlemen, Narendra Modi tiba pada pukul 16.18 WIB dan lebih dulu disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Keduanya tampak berjalan di atas karpet merah sebelum bersalaman dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Narendra Modi kemudian bersalaman dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Setelah prosesi penyambutan, Narendra Modi menandatangani buku tamu. Adapun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah lebih dulu tiba di Gedung Nusantara IV DPR RI.
Sebelum menuju Kompleks Parlemen, Narendra Modi lebih dahulu bertemu dengan Prabowo di Istana Negara, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas berbagai isu strategis, di antaranya konflik di Timur Tengah. Menurut Prabowo, di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia dan India terus berkomitmen mewujudkan kawasan yang bebas, terbuka, transparan, dan berbasis pada hukum internasional, dengan tetap menjunjung tinggi sentralitas ASEAN.
Baca Juga
- Prabowo-Gibran Tiba di DPR-MPR Jelang Pertemuan dengan PM India Narendra Modi
- Prabowo Usung Pelabuhan Sabang-Andaman sebagai Penghubung Strategis RI-India
- Modi Soroti Ketahanan Rantai Pasok Teknologi, RI-India Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis dan Baja
"Kedua negara juga terus mendukung dialog, diplomasi, dan hukum internasional sebagai jalan penyelesaian konflik secara damai di kawasan Timur Tengah," ujar Prabowo saat memberikan keterangan pers bersama (joint press statement) dengan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Selain itu, Prabowo dan Modi juga membahas kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir.
Prabowo mengatakan pertemuan dengan PM Modi berlangsung secara intensif dan sangat produktif. Keduanya membahas berbagai isu strategis yang berorientasi ke depan dan menjadi kepentingan bersama kedua negara.
Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di sektor ketahanan energi.
"Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, pertukaran teknologi, serta peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir," kata Prabowo.





