Rekrutmen Kemenkes Juli 2026 Dibuka untuk 8 Posisi, Ini Persyaratannya

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang membuka lowongan pekerjaan bagi individu profesional di bidang kesehatan. Rekrutmen terbuka untuk konsultan individu dan staf pendukung ini dibuka hingga 12 Juli 2026.

Lowongan ini dibuka karena Kemenkes tengah melaksanakan dua proyek strategis yang didanai oleh Bank Pembangunan Islam (IsDB): Proyek Penguatan Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Unit Teknis Vertikal (Pendanaan IsDB IDN-1031) dan Proyek Penguatan Rumah Sakit Rujukan Nasional Pelayanan Onkologi (Pendanaan IsDB IDN-1054). Posisi yang tersedia:

  1. ?Procurement Expert (1 posisi)
  2. ?Monitoring & Evaluation Expert (1 posisi)
  3. ?PCR Expert (1 posisi)
  4. ?Reporting Specialist (1 posisi)
  5. ?Digital Transformation & Organization Expert (1 posisi)
  6. ?Reporting Officer (1 posisi)
  7. ?Technical Assistant (1 posisi)
  8. ?Data Analyst (1 posisi)
Cara mendaftar
  • Lokasi kerja: Jakarta
  • Batas waktu pendaftaran: 12 Juli 2026
  • Tautan pendaftaran: s.kemkes.go.id/RecruitmentIsDB1031&1054
Kualifikasi pekerjaan 1. Procurement Expert Kualifikasi:
  • Pendidikan minimal S2, diutamakan pada bidang Teknik, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hukum, Ekonomi, Manajemen, Supply Chain Management, atau bidang lain yang relevan, serta memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa.
  • Memiliki pengalaman profesional minimal tujuh tahun di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, manajemen kontrak, atau pengadaan barang, pekerjaan konstruksi, dan jasa konsultansi pada proyek yang didanai lembaga pembangunan internasional seperti IsDB, World Bank, ADB, JICA, atau organisasi sejenis.
  • Memahami Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta memiliki pengalaman bekerja sama dengan LKPP.
  • Memiliki pengalaman dalam pengadaan alat kesehatan, pembangunan infrastruktur rumah sakit, layanan kesehatan, atau proyek sektor kesehatan menjadi nilai tambah.
  • Memiliki kemampuan komunikasi, penyusunan laporan, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan yang sangat baik.
  • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan.
2. Monitoring & Evaluation Expert Kualifikasi:
  • Pendidikan minimal S2 di bidang Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi, Manajemen Kesehatan, Statistik, Ekonomi, Kebijakan Publik, Administrasi Publik, Studi Pembangunan, Teknik, Manajemen, Monitoring dan Evaluasi, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman profesional minimal lima tahun dalam monitoring dan evaluasi, manajemen proyek, manajemen kinerja, atau implementasi proyek pembangunan.
  • Berpengalaman menyusun logical framework, indikator kinerja utama (KPI), rencana monitoring, dan sistem pengukuran kinerja.
  • Pernah bekerja sama dengan instansi pemerintah, rumah sakit, atau proyek internasional yang didanai IsDB, World Bank, ADB, JICA, WHO, maupun lembaga sejenis menjadi nilai tambah.
  • Memiliki kemampuan analisis data kuantitatif dan kualitatif.
  • Mampu menyusun laporan, presentasi, serta berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
  • Menguasai aplikasi visualisasi data seperti Microsoft Excel, Power BI, Tableau, atau aplikasi sejenis.
  • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan.

Baca Juga :

Lowongan Kerja BTN 2026, Simak Persyaratan dan Kualifikasinya

(Ilustrasi. Foto: Freepik) 3. PCR Expert Kualifikasi:
  • Pendidikan minimal S2 di bidang Kesehatan Masyarakat, Manajemen Kesehatan, Teknik Sipil/Arsitektur, Kebijakan Publik, Ekonomi, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman minimal 10 tahun dalam manajemen proyek atau evaluasi proyek yang didanai donor, dengan sedikitnya lima tahun di sektor infrastruktur atau kesehatan
  • Berpengalaman menyusun Project Completion Report (PCR), Implementation Completion Report (ICR), atau laporan evaluasi proyek yang didanai bank pembangunan multilateral seperti IsDB, World Bank, atau ADB.
  • Memahami siklus proyek, sistem monitoring berbasis hasil, pengadaan, manajemen keuangan, dan persyaratan safeguard lembaga donor.
  • Memiliki pengalaman bekerja dengan instansi pemerintah, khususnya di sektor kesehatan.
  • Memiliki kemampuan analisis dan penyusunan laporan dalam Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
4. Reporting Specialist Kualifikasi:
  • Pendidikan minimal S2 di bidang Kesehatan Masyarakat, Kebijakan Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, Manajemen Informasi Kesehatan, Kebijakan Publik, Administrasi Publik, Studi Pembangunan, Ekonomi, Statistik, Manajemen, Teknik, Sistem Informasi, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman minimal lima tahun dalam pelaporan proyek, manajemen kinerja, monitoring dan evaluasi, perencanaan strategis, manajemen proyek, atau pengembangan sektor kesehatan.
  • Berpengalaman menyusun laporan analitis tingkat tinggi, laporan manajemen, laporan kinerja proyek, maupun laporan proyek yang didanai lembaga internasional.
  • Memiliki pengalaman mendukung instansi pemerintah, organisasi layanan kesehatan, mitra pembangunan, bank pembangunan multilateral, atau organisasi internasional.
  • Berpengalaman mengintegrasikan data teknis, keuangan, pengadaan, implementasi, dan kinerja sektor kesehatan ke dalam laporan proyek.
  • Mampu menyusun executive report, policy brief, dashboard, dan presentasi untuk pimpinan maupun pemangku kepentingan.
  • Memahami sistem kesehatan, manajemen rumah sakit, sistem informasi kesehatan, atau reformasi sektor kesehatan.
  • Pengalaman pada proyek kesehatan yang didanai IsDB, World Bank, ADB, JICA, WHO, atau lembaga serupa menjadi nilai tambah.
  • Memiliki kemampuan analisis, penyusunan laporan, koordinasi, dan komunikasi yang baik.
  • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan.
5. Digital Transformation & Organization Expert Kualifikasi:
  • Pendidikan S1 atau S2 di bidang Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Informatika Kesehatan, Digital Health, Kesehatan Masyarakat, Manajemen Kesehatan, Pengembangan Organisasi, Administrasi Bisnis, Teknik Industri, Data Science, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman profesional minimal tujuh tahun, termasuk minimal lima tahun menangani transformasi digital atau perubahan organisasi berskala besar.
  • Berpengalaman merancang, mengembangkan, atau mengelola sistem informasi kesehatan, platform digital kesehatan, maupun integrasi sistem.
  • Memahami transformasi digital, interoperabilitas sistem, tata kelola data, dan perubahan organisasi berbasis teknologi.
  • Berpengalaman dalam pengembangan organisasi, business process re-engineering, dan penguatan kelembagaan.
  • Pernah menyusun program pelatihan, capacity building, dan workshop teknis bagi instansi pemerintah atau fasilitas kesehatan.
  • Memiliki kemampuan komunikasi, fasilitasi, dan koordinasi yang baik.
  • Pengalaman di sektor kesehatan atau proyek transformasi digital kesehatan menjadi nilai tambah.
  • Pengalaman pada proyek yang didanai IsDB, World Bank, ADB, JICA, WHO, atau lembaga serupa menjadi nilai tambah.
  • Menguasai penyusunan dokumentasi, analisis, laporan, serta bahasa Inggris.
6. Reporting Officer Kualifikasi:
  • Pendidikan minimal S1 di bidang Kesehatan Masyarakat, Administrasi Rumah Sakit, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Statistik, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Data Science, Administrasi Publik, Ekonomi, Teknik, Manajemen, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman minimal 3 tahun dalam pelaporan proyek, koordinasi proyek, monitoring dan evaluasi, manajemen informasi kesehatan, administrasi proyek, atau sistem informasi manajemen.
  • Memiliki pengalaman mendukung proyek kesehatan atau pembangunan rumah sakit menjadi nilai tambah.
  • Berpengalaman mengelola dokumentasi proyek, dokumen pengadaan, kontrak, dan surat-menyurat.
  • Memahami sistem pelayanan kesehatan, operasional rumah sakit, atau sistem informasi kesehatan.
  • Menguasai Microsoft Office serta aplikasi visualisasi data seperti Power BI, Looker Studio, atau Tableau.
  • Memiliki kemampuan analisis, penyusunan laporan, dan komunikasi yang baik.
  • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan.
7. Technical Assistant Kualifikasi:
  • Pendidikan minimal S1 di bidang Kesehatan Masyarakat, Administrasi Rumah Sakit, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Keperawatan, Kedokteran, Farmasi, Manajemen Informasi Kesehatan, Epidemiologi, Statistik, Administrasi Publik, Manajemen, Teknik, Sistem Informasi, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman minimal tiga tahun dalam koordinasi proyek, administrasi proyek, implementasi program kesehatan, atau dukungan teknis proyek kesehatan.
  • Pengalaman pada proyek sektor kesehatan atau penguatan sistem kesehatan menjadi nilai tambah.
  • Memahami operasional rumah sakit, sistem rujukan, atau implementasi program kesehatan.
  • Berpengalaman menyusun TOR, notulen rapat, laporan kegiatan, serta surat resmi.
  • Menguasai Microsoft Office dan mampu mendukung pengolahan data sederhana.
  • Memahami koordinasi proyek, administrasi, dan pengelolaan dokumen.
  • Memiliki kemampuan organisasi, koordinasi, multitasking, komunikasi, serta mampu bekerja dalam tim multidisiplin.
  • Kemampuan bahasa Inggris menjadi nilai tambah.
8. Data Analyst Kualifikasi:
  • Pendidikan minimal S1 di bidang Statistik, Data Science, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Matematika, Kesehatan Masyarakat, Manajemen Informasi Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistik, Informatika Kesehatan, Ekonomi, Teknik, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman profesional 3-5 tahun di bidang analisis data, sistem informasi kesehatan, monitoring dan evaluasi, business intelligence, atau manajemen data.
  • Berpengalaman mengembangkan dashboard, visualisasi data, dan sistem pelaporan menggunakan Microsoft Excel tingkat lanjut, Power BI, Tableau, Looker Studio, atau platform sejenis.
  • Menguasai proses pembersihan data, validasi data, pengolahan data, dan analisis statistik.
  • Memiliki pengalaman mengelola data sektor kesehatan, sistem informasi rumah sakit (SIMRS/HIS), program kesehatan masyarakat, atau basis data penyakit menjadi nilai tambah.
  • Memahami standar data kesehatan, interoperabilitas sistem, dan tata kelola data.
  • Mampu mengolah data kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami untuk mendukung pengambilan keputusan.
  • Pengalaman dalam proyek yang didanai IsDB, World Bank, ADB, JICA, WHO, atau lembaga internasional lainnya menjadi nilai tambah.
  • Menguasai SQL, Python, R, SPSS, atau STATA menjadi nilai lebih.
  • Memiliki kemampuan analisis, pemecahan masalah, ketelitian, serta mampu bekerja dengan tenggat waktu yang ketat.
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu menyampaikan hasil analisis kepada pihak teknis maupun nonteknis.
  • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gugatan soal Penangkapan Dikabulkan, Roy Suryo: Jangan Lupa Ada Praperadilan Kedua
• 56 menit lalukompas.com
thumb
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle I Tayang di Crunchyroll 28 Juli
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PPPA Kritik Lagu Bupati Purwakarta: Jangan Perkuat Stereotip Gender
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kejar Target Laba 2026, KARW Andalkan Pelanggan Baru di Terminal OJA
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
IKM Harap Kasus Abu Janda Diduga Hina Rakyat Sumbar Segera Tuntas
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.