Putus cinta sering kali meninggalkan luka yang sulit hilang. Rasa sedih, kecewa, hingga kesepian adalah hal yang sangat wajar dirasakan saat harus berpisah dengan seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup.
Meski begitu, perasaan tersebut nggak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mengutip Healthline, kesedihan yang terus dipendam dapat memengaruhi kesehatan mental serta berdampak pada kondisi fisik, seperti sulit tidur, kehilangan nafsu makan, hingga menurunnya energi untuk beraktivitas.
Karena itu, nggak ada salahnya mulai menata hidup kembali melalui berbagai kebiasaan positif yang dapat membuat hati lebih tenang. Jika kamu ingin bangkit setelah melewati fase patah hati, berikut beberapa cara yang bisa dicoba, ya.
Tips Menata Kembali Hidup Setelah Patah HatiSetelah melewati fase patah hati, teman kumparan Rayi (24) memilih melakukan beberapa perubahan kecil yang membuat pikirannya lebih tenang. Ia memutuskan untuk mute dan unfollow semua akun media sosial mantan.
Bukan karena masih menyimpan kebencian, semua itu dilakukan demi menjaga ketenangan pikiran dan memberi ruang bagi dirinya untuk benar-benar pulih. Selain membatasi interaksi di media sosial, Rayi juga mengubah beberapa sudut ruangan yang selama ini terasa lekat dengan kenangan masa lalu.
"Aku juga mutusin buat redecorating kamar dan meja kerja," tuturnya. Menurut Rayi, langkah sederhana ini memberikan pengaruh besar terhadap kondisi psikologisnya.
Sebagaimana dijelaskan dalam laman The Everygirl, menciptakan suasana baru di rumah setelah putus cinta dapat membangun momen-momen positif serta mengurangi keterikatan dengan kenangan masa lalu. Dengan begitu, rumah bisa menjadi ruang yang lebih nyaman untuk memulihkan diri.
Sebagai seorang freelance graphic designer, Rayi juga merasakan manfaatnya dalam pekerjaan. Suasana rumah yang lebih nyaman membuatnya lebih fokus mengerjakan berbagai proyek tanpa terus dibayangi kenangan dari hubungan sebelumnya.
Di sisi lain, teman kumparanWOMAN yang enggan disebutkan namanya juga memiliki cara tersendiri untuk bangkit dari patah hati. Ia memilih kembali menjalani berbagai aktivitas dan hobi yang dulu sempat terabaikan selama menjalin hubungan.
"Aku coba reconnect sama hobi lama yang sempat ditinggalkan, kayak ikut kelas pilates dan mulai rajin jalan pagi," ujarnya. Menurutnya, kembali melakukan aktivitas yang disukai menjadi cara efektif untuk melepaskan emosi negatif serta mengalihkan pikiran dari rasa kehilangan.
Nggak cuma berdampak positif bagi kesehatan mental, rutinitas tersebut juga membuat tubuhnya terasa lebih bugar dan pikirannya lebih jernih. Dari proses itu, ia pun belajar bahwa kebahagiaan sebaiknya nggak bergantung pada orang lain, melainkan berasal dari diri sendiri.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan





