JAKARTA, KOMPAS.com - Momen tahun ajaran baru yang biasanya menjadi masa panen bagi pedagang alat tulis kantor (ATK) di Pasar Asemka, Jakarta Barat, justru tidak sepenuhnya dirasakan tahun ini.
Sejumlah pedagang mengaku penjualan dan omzet mereka menurun meski kawasan tersebut tetap ramai dipadati pembeli yang berburu perlengkapan sekolah.
Salah satu pedagang ATK, Noval (32), mengatakan penjualannya turun sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Untuk penjualan alat-alat tulis saat ini agak berkurang dari tahun kemarin. Hampir 20 persen," ujar Noval saat ditemui di Pasar Asemka, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Pasar Asemka Dipadati Pembeli Jelang Tahun Ajaran Baru, Harga Murah Jadi Daya Tarik
Tak hanya penjualan yang menurun, harga sejumlah barang ATK juga terus mengalami kenaikan.
Menurut Noval, harga dari distributor mengalami penyesuaian hampir setiap pekan.
"Harga terus naik. Misalnya yang tadinya Rp 40.000 sekarang jadi Rp 45.000, Rp 50.000, sampai Rp 60.000. Naiknya berangsur-angsur, hampir lima hari sekali," katanya.
Ia menduga kenaikan harga dipengaruhi pasokan barang dari pusat distribusi yang tidak selancar biasanya.
Namun, menurutnya, kenaikan harga menjelang musim masuk sekolah memang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Penurunan penjualan itu turut berdampak pada omzet tokonya.
Jika pada musim tahun ajaran baru tahun lalu omzet harian bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 50 juta, kini omzet tertinggi hanya sekitar Rp 30 juta per hari.
"Tahun lalu sehari bisa sampai Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Sekarang paling besar Rp 30 juta," ungkapnya.
Noval menduga penurunan penjualan dipengaruhi adanya bantuan perlengkapan sekolah yang diterima sebagian siswa sehingga kebutuhan membeli alat tulis menjadi berkurang.
Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Emak-emak Serbu Pasar Asemka Berburu Perlengkapan Sekolah
"Kayaknya sudah ada dari sekolah. Sebagian orang sudah dapat buku, pulpen, dan perlengkapan lainnya," tuturnya.