Manado: Kematian dokter peserta Program Pendidikan Spesialis (PPDS) Anestesiologi Unsrat, Adrian Rantung, di RS Kandouw Manado, sedang diselidiki. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menghentikan sementara kegiatan PPDS di rumah sakit tersebut.
Dugaan perundungan selama pendidikan menjadi sorotan."Ini sementara diinvestigasi," ujar Kepala Humas Unsrat, Max Rembang, Selasa, 7 Juli 2026.
Max mengaku kampus belum mendapat informasi akurat soal kronologi kematian. Korban ditemukan tidak bernyawa setelah mengakhiri hidupnya. Diduga kuat, hal ini dipicu tekanan berat akibat perundungan selama menjalani tugas di RSUP Kandouw. Dugaan ini memicu respons cepat dari pemerintah pusat.
Baca Juga :
2 dari 3 Terdakwa Kasus Kematian Dokter Aulia Divonis 9 Bulan Penjara
"Jadi, belum ada informasi secara akurat tentang kasus itu. Rektor dengan pihak pimpinan rumah sakit di jam ini sementara meeting," ungkapnya.
Korban diduga bunuh diri akibat tekanan perundungan selama tugas di RSUP Kandouw. Kemenkes merespons cepat dengan menghentikan sementara PPDS di sana.
Keputusan itu disampaikan Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, dan diperkuat SK Direktur Utama RSUP Kandouw.
"Bahwa dengan adanya dugaan terjadinya perundungan terhadap salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi," demikian bunyi pertimbangan dalam surat keputusan tersebut.
Ilustrasi. Media Indonesia.




