jpnn.com, JAKARTA - PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja, di tengah tingginya angka pengangguran lulusan sekolah menengah.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, sejauh ini PNM telah menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 43 ribu di antaranya merupakan lulusan SMA/SMK sederajat.
BACA JUGA: 2,35 Juta Nasabah PNM Mekaar Naik Kelas Berkat Pembiayaan dan Pendampingan
"Penciptaan lapangan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi pemberdayaan perusahaan," kata Direktur Utama PNM, Kindaris, Selasa (7/7).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui perluasan layanan kepada jutaan nasabah ultramikro.
BACA JUGA: Investasi Rp 15 Triliun Masuk Jateng, Industri EV Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Pertumbuhan jumlah nasabah PNM mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga pendamping di lapangan, sehingga membuka peluang kerja bagi generasi muda, khususnya dari keluarga prasejahtera.
"Ketika usaha ultramikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat."
BACA JUGA: Hadapi Ancaman AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja
"Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas," ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMA dan SMK masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi.
Kondisi itu mendorong perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan lapangan kerja yang inklusif sekaligus berkelanjutan.
"Pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas," ujar Kindaris.
Selain memperoleh pekerjaan formal, para karyawan juga mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pengembangan kapasitas, jenjang karier, hingga beasiswa pendidikan yang disediakan perusahaan.
Saat ini sekitar 88 persen tenaga kerja PNM merupakan perempuan.
Mereka menjadi ujung tombak pendampingan bagi jutaan nasabah PNM Mekaar, sekaligus berperan sebagai agen pemberdayaan ekonomi di tingkat komunitas.
Melalui pendekatan tersebut, PNM menegaskan bahwa dampak pembiayaan tidak berhenti pada penambahan modal usaha.
Pertumbuhan usaha ultramikro juga mampu menggerakkan ekonomi keluarga, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperluas manfaat sosial di berbagai daerah.
"Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PNM bersama Danantara dalam membangun ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," terangnya.
Program pemberdayaan tersebut juga merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya, sekaligus diperkuat melalui kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM untuk memperluas dampak pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro.
Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan penguatan sektor UMKM akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, hingga meningkatkan daya saing Indonesia.
Donny juga menegaskan bahwa transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan hak pegawai dan hubungan industrial yang sehat. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sokong Ekonomi Perempuan, PNM Raih Penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Mesyia Muhammad




