Pramono Respons Aksi ‘Rayap Besi’ di Jaktim, CCTV Dikerahkan Buru Pelaku

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons viralnya aksi pencurian pagar besi taman di bawah Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang diduga dilakukan oleh oknum “rayap besi”.

“Jakarta ini sebagai kota yang terbuka tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO,” kata Pramono kepada wartawan, Selasa (7/7).

Pramono mengatakan, Pemprov DKI telah menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti kasus tersebut dengan memberikan sanksi kepada pelaku.

“Kalau dia pelajar, maka KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan,” tegasnya.

Selain itu, Pramono meminta aparat memanfaatkan kamera pengawas yang telah terpasang di hampir seluruh jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk mengidentifikasi pelaku.

“Sekarang ini hampir semua JPO sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya. Mudah-mudahan bisa kita tangkap,” ujarnya.

Sebelumnya, hilangnya pagar besi taman yang membentang di bawah Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (7/7) siang, hampir seluruh pagar besi telah raib. Kondisi tersebut menyisakan kerusakan pada dinding beton yang sebelumnya menjadi penyangga pagar.

Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali, mengatakan aksi pencurian itu sebenarnya telah berlangsung sejak akhir April hingga awal Mei, atau sekitar sebulan setelah Lebaran.

“Sebulan setelah Lebaran ya sudah ada, akhir April, awal Mei lah,” ujarnya.

Sementara itu, saksi mata sekaligus pengunggah video viral, Ijoel, menyebut pelaku tidak mencuri seluruh pagar dalam satu waktu. Menurutnya, aksi dilakukan secara bertahap selama beberapa hari dengan waktu operasi yang berbeda-beda.

“Kalau untuk maling pagar besinya sudah berjalan tiga hari, jadi mereka enggak langsung semuanya diambil. Per hari beda jam beraksinya. Ada yang malam banget, ada yang pas sore, ada yang pas sebelum tengah malam,” kata Ijoel saat dikonfirmasi kumparan.

Ia mengungkapkan para pelaku menggunakan alat pemotong besi, linggis, dan peralatan lainnya untuk membongkar pagar. Warga juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, namun saat petugas datang para pelaku sudah tidak berada di lokasi.

Saat ini, Satpel Pertamanan tengah memperbaiki dan membangun kembali pagar besi yang hilang. Sementara Satpol PP juga menempatkan personel untuk berjaga di lokasi guna mencegah pencurian kembali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membandingkan Sodium, OptiFine, dan Embeddium, Mana Mod Terbaik untuk Minecraft Java Edition 2026?
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Satpam Daycare Little Aresha Yogya jadi Tersangka, Polisi: Lakukan Pembiaran
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Siasat Daerah Hadapi Efisiensi, dari Obligasi hingga Optimalisasi PAD
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Eks Dirut PTPN XI Diduga Arahkan Tender Pabrik Gula untuk Perusahaan Sendiri
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.