Jakarta, tvOnenews.com - Penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran memperingatkan pada Kamis bahwa "musuh agresor dan kaki tangannya" akan "dihukum berat" menyusul gelombang serangan baru AS.
Mohsen Rezaei, penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial AS, X.
Pernyataan itu muncul tak lama setelah media Iran melaporkan serangkaian ledakan di seluruh Iran selatan menyusul serangan AS yang menargetkan beberapa lokasi.
Televisi pemerintah mengatakan pecahan proyektil menghantam Rumah Sakit Imam Ali di kota pelabuhan Chabahar di tenggara, sementara Kantor Berita Mehr melaporkan bahwa serangan di provinsi Bushehr tidak menyebabkan kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengkonfirmasi melakukan serangan tambahan terhadap Iran, dengan mengatakan serangan tersebut dimaksudkan untuk lebih melemahkan kemampuan Iran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Pada Rabu pagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Beberapa jam kemudian, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu.(ant/ree)




