Terkini.Id, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa memperkuat komitmennya dalam mendukung akselerasi pembangunan peternakan nasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden. Kolaborasi strategis ini menjadi langkah nyata dalam mendukung Program Akselerasi Produksi Susu dan Daging Nasional melalui pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (08/07).
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi, inovasi teknologi peternakan, dan penguatan industri peternakan modern. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, program ini juga diharapkan menjadi model pengembangan peternakan sapi perah yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarlembaga dalam membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya menyediakan lahan seluas kurang lebih 3 hektare di Desa Mappesangka dan Desa Turuadae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, sebagai pusat pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan. Ini merupakan bentuk nyata hilirisasi industri peternakan ke dalam dunia pendidikan vokasi,” ujar Sartika.
Perjanjian kerja sama yang berlaku selama tiga tahun tersebut membagi peran strategis masing-masing pihak sesuai kompetensinya.
Polbangtan Gowa menyediakan lahan strategis seluas sekitar tiga hektare di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasional dan pemeliharaan kawasan teaching farm.
BBIB Singosari bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur utama, meliputi pembangunan kandang modern, rumah produksi susu, serta penyediaan alat dan mesin peternakan yang mendukung operasional secara efisien dan berbasis teknologi.
Sementara itu, BBPTU-HPT Baturraden berperan sebagai penyedia indukan sapi perah unggul beserta dukungan hijauan pakan ternak, pakan berkualitas, obat-obatan, dan program kesehatan hewan melalui vaksinasi.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola kawasan melalui penyusunan perizinan dasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan hasil susu, pengembangan produk bernilai tambah, hingga strategi pemasaran yang terintegrasi di tingkat regional maupun nasional.
Melalui pendekatan hulu hingga hilir tersebut, teaching farm Polbangtan Gowa di Kabupaten Bone diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran berbasis praktik, laboratorium lapangan bagi mahasiswa vokasi, pusat diseminasi teknologi peternakan bagi peternak, sekaligus model pengembangan peternakan sapi perah modern di kawasan Indonesia Timur.
Program ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor peternakan dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, mendorong peningkatan produktivitas susu nasional, serta memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia.




