Salah satu anggapan yang masih beredar adalah mobil FWD dinilai kurang mampu menaklukkan tanjakan dibanding mobil berpenggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD).
Padahal kendaraan yang dipasarkan telah melalui proses pengembangan dan pengujian sehingga mampu memenuhi kebutuhan berkendara di berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan. Bahkan sistem penggerak roda depan justru memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari efisiensi penyaluran tenaga, pengendalian, hingga kenyamanan kabin.
Di mobil FWD, tenaga mesin disalurkan langsung ke dua roda depan tanpa melalui gardan belakang. Konfigurasi ini membuat proses distribusi tenaga menjadi lebih sederhana karena tidak memerlukan poros propeller maupun gardan untuk menggerakkan roda belakang, dikutip dari situs resmi Mitsubishi.
Selain itu penggunaan komponen yang lebih sedikit membuat bobot kendaraan menjadi lebih ringan dibanding sistem penggerak roda belakang. Baca Juga:
Iron Pipe 2026 Jadi Magnet Penggemar Kustom Kultur
Brand Ambassador Mitsubishi sekaligus pereli nasional, Rifat Sungkar, menegaskan untuk kendaraan penumpang, kemampuan menanjak antara mobil FWD dan RWD pada dasarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
"Beberapa keunggulan ada di mobil penggerak roda depan dan untuk kendaraan penumpang sebenarnya nyaris tidak ada perbedaan jika berbicara masalah daya jelajah seperti kekuatan menanjak antara penggerak roda depan dan belakang. Ada perbedaan di mobil-mobil beban berat seperti truk," kata Rifat Sungkar. Handling Lebih Mudah dan Kabin Lebih Lapang Menurut Rifat salah satu keunggulan utama mobil FWD adalah karakter pengendaliannya yang lebih mudah. Sistem ini membuat kendaraan lebih mudah diarahkan sehingga memberikan rasa percaya diri bagi pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.
Dari sisi desain, absennya gardan belakang juga memberikan keuntungan bagi perancang kendaraan. Tanpa keberadaan axle belakang, lantai kabin dapat dibuat lebih rata sehingga ruang kaki penumpang, khususnya di baris kedua dan ketiga, menjadi lebih lega.
Selain meningkatkan kenyamanan, hilangnya gardan juga membantu mengurangi suara mekanis dari bawah kendaraan sehingga kabin terasa lebih senyap. Baca Juga:
Wuling Pastikan Aira EV Langsung Diproduksi di Pabrik Cikarang
"Misal mobil mesin bertenaga 100 hp, jika mobil penggerak roda belakang, total tenaga yang dikeluarkan ke roda akan terpangkas 35 persen. Jika mobil FWD pasti ada tapi tidak besar," pungkas Rifat. Lebih Optimal di Jalan Licin Mitsubishi juga menjelaskan mobil berpenggerak roda depan memiliki karakter traksi yang lebih baik saat melintasi jalan licin, termasuk ketika hujan.
Hal tersebut karena roda depan berfungsi menarik kendaraan, sementara bobot mesin yang berada di bagian depan memberikan tekanan lebih besar pada roda sehingga meningkatkan daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.
Dengan karakteristik tersebut, anggapan bahwa mobil FWD seperti Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross kurang mampu menghadapi jalan licin dinilai tidak tepat. Sebaliknya, konfigurasi tersebut justru menjadi salah satu keunggulan kedua model MPV tersebut dalam menjaga traksi ketika kondisi jalan basah atau licin.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





