PIPA Berganti Nama Jadi Oxala Energy, Siapkan Rights Issue

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) resmi mengubah nama perseroan menjadi PT Oxala Energy International Tbk. setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Kedua yang digelar pada Rabu (8/7/2026).

Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari rangkaian transformasi perseroan untuk berekspansi ke sektor energi setelah pergantian pemegang saham pengendali (PSP).

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan domisili perseroan serta peningkatan modal dasar sebagai persiapan aksi korporasi lanjutan berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Direktur Perseroan Noprian mengatakan perubahan nama menjadi PT Oxala Energy International Tbk. mencerminkan babak baru perjalanan perusahaan seiring penguatan tata kelola dan kesiapan memasuki lini bisnis energi.

"Hasil RUPSLB merupakan langkah administratif penting dalam rangkaian persiapan transformasi Perseroan. Kami akan melanjutkan proses ini dengan tata kelola yang cermat dan transparan, sejalan dengan ketentuan yang berlaku," ujar Noprian dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Selain perubahan nama, pemegang saham juga menyetujui perpindahan kedudukan hukum perseroan dari Kota Tangerang, Banten, ke Jakarta Selatan. Manajemen menyebut langkah administratif tersebut dilakukan untuk mendukung koordinasi operasional dalam menjalankan agenda transformasi bisnis.

Baca Juga

  • Petrosea (PTRO) Akan Masuk, Emiten Hapsoro (SINI) Rights Issue Rp3,60 Triliun
  • Wahana Interfood (COCO) Rancang Rights Issue Bidik Dana Segar Rp1,28 Triliun
  • Tambah Armada, ELPI Gelar Rights Issue Rp739,34 Miliar

Dalam agenda lainnya, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp200 miliar menjadi Rp274 miliar. Dengan demikian, jumlah saham dalam modal dasar meningkat dari 10 miliar saham menjadi 13,7 miliar saham.

Perseroan menjelaskan peningkatan modal dasar tersebut menjadi bagian dari penataan struktur permodalan guna mendukung rencana rights issue yang akan digunakan untuk membiayai ekspansi ke sektor energi.

Rangkaian transformasi ini merupakan kelanjutan dari masuknya PT Morris Capital Indonesia (MCI) sebagai pemegang saham pengendali pada Oktober 2025. Setelah itu, perseroan telah menyelesaikan penawaran tender wajib pada Januari 2026 dan menggelar RUPS Tahunan serta RUPSLB pada Juni 2026.

Noprian menyampaikan manajemen akan melanjutkan proses kajian dan uji tuntas terhadap rencana penyertaan pada entitas di sektor energi sebelum mengajukannya kepada pemegang saham dalam RUPSLB berikutnya.

Perseroan juga akan menindaklanjuti proses administrasi hukum atas perubahan nama, domisili, dan modal dasar sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dengan disetujuinya seluruh agenda RUPSLB Kedua tersebut, manajemen menilai tingkat kepastian perseroan untuk merealisasikan rights issue dan ekspansi ke sektor energi pada tahun ini semakin meningkat," paparnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSI Perkuat Dana Murah dan Transformasi Sistem IT, Bukukan Laba Rp3,39 T dan Tumbuh Tumbuh 16,73 Persen Per Mei 2026
• 6 jam laluterkini.id
thumb
BNPB: 10.000 liter air bersih atasi kekeringan Bolaang Mongondow Utara
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi Kaca di Kantor BGN Pecah, Panel Terlepas dari Ring Penyangga
• 2 jam lalukompas.com
thumb
KPK Ungkap Jumlah Uang Diduga Diterima Menhut Raja Juli dari Bupati Kuansing, Oalah
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Yuni Shara Ungkap Sikap Haru Anaknya di UGM: Tak Mau Dikenal Sebagai Anak Artis
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.