Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pasokan sebanyak 10.000 liter air bersih telah didistribusikan sebagai bantuan darurat untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pasokan air bersih menggunakan mobil tangki tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan domestik harian masyarakat terdampak.
Baca juga: Bantuan air digencarkan ditengah kekeringan mulai meluas di Pulau Jawa
"Hingga Rabu (8/7), BPBD telah mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih secara bertahap kepada masyarakat," kata dia.
Abdul menjelaskan bahwa pengerahan bantuan logistik air bersih tersebut difokuskan di kawasan Desa Komus II Timur, Kecamatan Kaidipang, yang menjadi titik terdampak kekeringan.
Selain itu, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga melakukan asesmen intensif dan pendataan berkala di lapangan guna memetakan perluasan wilayah terdampak.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB memastikan langkah penanganan darurat ini dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama jajaran pemerintah desa, pihak kecamatan, serta instansi lintas sektor terkait.
Baca juga: BNPB: Ciamis tetapkan siaga darurat kekeringan selama tiga bulan
Baca juga: BNPB: Permintaan bantuan air bersih di Semarang dan Pasuruan terpenuhi
Bencana kekeringan itu dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa rendahnya curah hujan dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga memicu penyusutan drastis pada sumber daya air permukaan.
Fenomena alam tersebut menyebabkan penurunan debit air sungai, mata air, hingga sumur-sumur produksi milik warga yang berujung pada kelangkaan air bersih bagi sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) di wilayah setempat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pasokan air bersih menggunakan mobil tangki tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan domestik harian masyarakat terdampak.
Baca juga: Bantuan air digencarkan ditengah kekeringan mulai meluas di Pulau Jawa
"Hingga Rabu (8/7), BPBD telah mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih secara bertahap kepada masyarakat," kata dia.
Abdul menjelaskan bahwa pengerahan bantuan logistik air bersih tersebut difokuskan di kawasan Desa Komus II Timur, Kecamatan Kaidipang, yang menjadi titik terdampak kekeringan.
Selain itu, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga melakukan asesmen intensif dan pendataan berkala di lapangan guna memetakan perluasan wilayah terdampak.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB memastikan langkah penanganan darurat ini dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama jajaran pemerintah desa, pihak kecamatan, serta instansi lintas sektor terkait.
Baca juga: BNPB: Ciamis tetapkan siaga darurat kekeringan selama tiga bulan
Baca juga: BNPB: Permintaan bantuan air bersih di Semarang dan Pasuruan terpenuhi
Bencana kekeringan itu dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa rendahnya curah hujan dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga memicu penyusutan drastis pada sumber daya air permukaan.
Fenomena alam tersebut menyebabkan penurunan debit air sungai, mata air, hingga sumur-sumur produksi milik warga yang berujung pada kelangkaan air bersih bagi sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) di wilayah setempat.





