Kucing Pun Ikut Bikin Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

Di tengah keriuhan dunia sepak bola yang sedang menyedot perhatian dunia, nama ”Messi” justru mencuri perhatian di Yogyakarta. Namun, jangan bayangkan Messi sedang menggiring bola di lapangan hijau atau berlari mengejar trofi juara. Messi yang satu ini justru tampak tenang dan sesekali mengeong saat menjejakkan kaki di halaman Gedung PWM DI Yogyakarta, Minggu (5/7/2026).

Messi yang ada di Yogyakarta bukanlah megabintang lapangan hijau asal Argentina. Ia adalah kucing kesayangan milik Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta Azman Latif. Kedatangannya ke Gedung Muhammadiyah pun bukan untuk berlaga, melainkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Layaknya Lionel Messi di Piala Dunia yang kerap mencetak gol dan melakukan selebrasi menunjuk ke langit, Messi dari Yogyakarta ini pun berhasil ”membobol gawang” Muhammadiyah. Namun, alih-alih merayakan skor dengan selebrasi khasnya, gol itu justru mengubah statusnya dari sekadar hewan peliharaan pribadi menjadi bagian dari keluarga besar Komunitas Kucing Muhammadiyah atau KucingMu.

Sebagai simbol peresmian ”bursa transfer” tersebut, Messi menjadi penerima pertama kartu tanda anggota (KTA) Kucing Muhammadiyah. Messi mengikuti jejak sang pemilik, Azman Latif, yang telah lebih dulu menjadi bagian dari persyarikatan.

Pagi itu, Messi bersama sekitar 60 kucing mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Bidang Kesehatan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DIY. Semua kucing memperoleh layanan berupa pemeriksaan kesehatan umum (general check-up), konsultasi bersama dokter hewan, pemberian obat cacing, obat kutu, suplemen, hingga pengobatan noninvasif.

Pemeriksaan kesehatan kucing gratis ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DIY. Kegiatan ini turut melibatkan dokter hewan, mahasiswa Kedokteran Hewan dan Teknologi Veteriner Universitas Gadjah Mada (UGM), serta kader kesehatan dari Farmasi UGM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Semua kucing yang telah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut pun langsung mendapatkan KTA Kucing Muhammadiyah. KTA ini tampil dengan desain yang estetik dan kekinian, menggunakan gradasi warna yang memanjakan mata, mulai dari biru tua pada sisi kiri yang perlahan memudar menjadi warna hijau segar di sisi kanan.

Baca JugaBobby Kertanegara, Dari Peliharaan Jadi Tanggung Jawab Negara

Pada latar belakang kartu, terdapat motif jejak kaki kucing atau paw prints yang tersebar secara artistik, memberikan kesan ramah dan akrab. Di bagian atas, tertulis jelas teks ”KTA Kucing Muhammadiyah” dengan tipografi yang bersih dan modern. Sementara di bagian kiri bawah tercantum nomor identitas unik kucing tersebut, misalnya ”12.KCG.0012”, yang ditulis dengan aksen tulisan tangan.

Sebagai penyempurna, di pojok kanan bawah KTA tersebut terdapat logo resmi ”KucingMu” yang berbentuk lingkaran. Di bagian tengah logo terpampang ilustrasi siluet kucing yang anggun, dikelilingi oleh tulisan ”Pencinta Kucing Muhammadiyah" yang melingkar secara rapi di tepinya.

Menariknya, desain logo tersebut mengadopsi elemen visual yang menyerupai logo resmi Muhammadiyah, yakni bentuk matahari bersinar dengan 12 sinar yang memancar. Hanya saja, alih-alih simbol aslinya, posisi tengah logo kini diisi oleh figur kucing, menciptakan perpaduan visual yang unik sebagai penanda identitas komunitas yang lahir dari rahim persyarikatan.

Sementara bagian belakang kartu yang bertajuk ”KTAKuMu” ini didesain dengan fungsionalitas yang sangat personal. Terdapat kolom-kolom yang harus diisi secara manual, seperti ”NAMAKu” (nama kucing), ”DOB” (tanggal lahir), ”BREED” (ras), ”COLOR” (warna), dan ”NIKuMu” (nomor identitas kucing). Di sisi kanan, tersedia ruang untuk mencantumkan data pemilik, mulai dari ”NAMA OWNER”, ”NBM OWNER” (Nomor Baku Muhammadiyah pemilik), hingga ”KONTAK OWNER”.

Sebagai ”tanda tangan” resmi, sisi kanan bawah kartu menyediakan kotak khusus bertajuk ”Tanda Paw Kucing” untuk menampung cap tapak kaki asli sang kucing dengan tinta merah. Kehadiran jejak kaki tersebut menjadikan setiap kartu memiliki sentuhan unik dan autentik bagi pemiliknya.

Sentuhan emosional terasa kental di bagian bawah sisi kiri yang memuat kutipan hadis sebagai landasan spiritual gerakan ini. Hadis tersebut berbunyi, ”Orang yang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian (HR Tirmidzi, No 1924).”

Baca JugaAsyiknya Berburu Kebutuhan Hewan Kesayangan di JIPS 2026

Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY Ananto Isworo menuturkan, pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi momentum peluncuran KucingMu sebagai wadah dakwah bagi para pecinta hewan di lingkungan persyarikatan. Program ini sekaligus menjadi basis data bagi warga Muhammadiyah yang memiliki hewan peliharaan serta ruang baru untuk menjangkau komunitas hobi di ruang publik.

”KucingMu adalah ruang baru untuk memperluas jangkauan dakwah di ruang publik. Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah,” ujar Ananto saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah, menuturkan bahwa inisiatif komunitas KucingMu berawal dari keinginan untuk mewadahi mahasiswa Kedokteran Hewan UGM dalam struktur IMM. Pada 2024, ia memprakarsai pembentukan komisariat IMM JSI Jogja UGM yang mengintegrasikan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, mulai dari Kedokteran Umum, Farmasi, Kedokteran Gigi, hingga Kedokteran Hewan.

Dari diskusi di komisariat inilah muncul refleksi mengenai belum adanya amal usaha Muhammadiyah yang secara khusus menangani kesehatan hewan. Padahal, potensi dokter hewan di lingkungan kader persyarikatan terbilang sangat melimpah. Gagasan ini semakin diseriusi setelah Afghan bergabung dalam kepengurusan DPD IMM DIY, di mana ia mulai membangun jejaring dengan Majelis Pembina Kesehatan Umum (PKU) untuk mendiskusikan kemungkinan pengembangan klinik atau rumah sakit hewan.

Baca JugaBerkenalan dengan Larry, ”Penguasa” Asli Kantor PM Inggris Selama 15 Tahun

Dalam perjalanannya, ia merangkul rekan dari berbagai latar belakang pendidikan kesehatan di DIY, seperti Kesehatan Masyarakat, Farmasi, hingga Keperawatan. Keterlibatan mereka tampak nyata saat pemeriksaan kucing gratis perdana digelar, di mana mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan tersebut turut terpanggil untuk membantu.

”Iseng sekali kami mencoba membuat konsep keanggotaan kartu yang tidak manusia, yaitu KTA Kucing Muhammadiyah. Jujur kami enggak expect kalau keisengan kami itu menjadi hal yang sangat diapresiasi oleh masyarakat,” tutur Afghan.

Meskipun niat awalnya hanya sekadar mendata berapa banyak pemilik hewan atau pet owner di kalangan Muhammadiyah, animo yang muncul justru melampaui ekspektasi. Dari 100 pendaftar daring, 60 kucing berhasil ditangani oleh dokter hewan dalam pemeriksaan kesehatan gratis yang bertepatan dengan peringatan Hari Zoonosis Dunia tersebut.

Bagi Afghan, KucingMu adalah jembatan untuk meyakinkan persyarikatan bahwa setelah lebih dari satu abad mengurusi kemanusiaan, kini saatnya dakwah Islam yang berkemajuan merangkul makhluk Allah lainnya. Ia menegaskan, dalam mengelola gerakan ini, timnya berkomitmen untuk menjaga manajemen yang fleksibel dan tidak birokratis, sembari memastikan setiap wilayah memiliki struktur dan pelaporan yang jelas agar tetap terukur dan berkelanjutan.

Langkah ini juga berlandaskan pada paradigma one health yang krusial sebagai pendekatan kolaboratif antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan yang saling berinteraksi. Paradigma tersebut menekankan bahwa kesehatan ketiganya saling terkait, sehingga saat kucing jatuh sakit atau lingkungan dalam kondisi kotor, risiko penularan penyakit terhadap manusia di sekitarnya pun menjadi lebih tinggi.

Saat ini, Afghan dan tim sedang mencoba mengonsultasikan gerakan ini ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah agar bisa direplikasi secara terstruktur di wilayah lain. Ia melihat potensi besar bagi KucingMu untuk menjadi titik temu kolaborasi lintas organisasi, seperti dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan komunitas dari agama lain, karena rasa sayang pada hewan adalah bahasa universal.

”Kami berharap dengan hadirnya komunitas kucing ini nanti bisa diikuti dengan adanya amal usaha Muhammadiyah yang mengurus kesehatan hewan, sebagai lahan dakwah, tempat sharing, dan menghidupkan syiar Islam yang berkemajuan,” pungkas Afghan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dede PDIP Dukung Kortas Tipikor Usut Korupsi, Minta Aparat Bersinergi
• 5 jam laludetik.com
thumb
PU Blak-blakan Penyebab Kualitas Jalan Tol Turun, Ini Biang Keroknya!
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Solusi Menginap Berkualitas dengan Biaya Terjangkau Mulai Rp100.000
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Mini Countryman Electric Diskon Rp 400 Juta, Siapa Minat?
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor di Jember Meronta
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.