JAKARTA, KOMPAS.com - Penggeledahan di 12 titik oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri pada Rabu (8/7/2026) memunculkan perhatian publik.
Selain karena penyidik menyita uang dalam jumlah besar dan menemukan brankas tersembunyi, perhatian juga tertuju pada penjagaan aparat TNI bersenjata di rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada hari yang sama.
Lantas, apa penjelasan di balik penggeledahan tersebut, lokasi mana saja yang digeledah, apa saja temuan penyidik, dan mengapa rumah Jampidsus dijaga personel TNI?
Penggeledahan dilakukan di 12 titikDirektur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan, penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan berdasarkan dua laporan polisi.
Baca juga: 12 Lokasi Digeledah dari Cipete hingga Sentul, Apa yang Ditemukan Polisi?
"Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi tentang dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap," kata Victor di Cipete, Rabu.
Penyidikan berkaitan dengan penanganan perkara PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya periode 2020-2025.
Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana dalam proses penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan penyelenggara negara.
Dalam rangkaian penyidikan tersebut, polisi menggeledah 12 lokasi, yaitu:
- Cafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.
- Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
- PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.
- Kantor Pusat PT CBS, Penjaringan, Jakarta Utara.
- PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat.
- Rumah berinisial MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan.
- Rumah berinisial TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
- Kantor/Grup DMG/CP di Kuningan, Jakarta Selatan.
- PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
- Rumah berinisial DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.
- Apartemen milik perempuan berinisial MILDK di Pacific Place, Jakarta Selatan.
- Sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Baca juga: Kondisi Terkini Kafe deClan Cipete Usai Digeledah Polisi: Tutup dan Sepi Aktivitas
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.
"Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," ujar Budi.
Temuan di Cipete: Brankas tersembunyi hingga uang puluhan miliar
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Cafe de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan.
Di lantai dua yang difungsikan sebagai kantor, penyidik menemukan sebuah ruang tersembunyi di balik lemari kayu.
Di dalam ruangan tersebut terdapat dua brankas, dokumen, koper, serta uang dalam mata uang asing.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan, dari restoran itu penyidik menyita 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar Amerika Serikat, serta uang tunai Rp 259.159.000.
Baca juga: Fakta-fakta Penggeledahan Cafe deClan Cipete dan 11 Tempat Lain, Siapa yang Disasar Polisi?





