Geopark Meratus Siap Hadapi Ujian UNESCO 2028

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark mempersiapkan revalidasi UNESCO pada 2028.  

Wakil Ketua Umum Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark, Nurul Fajar Desira menyatakan status UNESCO yang disandang sejak 2025 bukanlah predikat yang bisa dikantongi selamanya. 

“Pada tahun 2025, Geopark Meratus berhasil memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark. Saat ini baru terdapat 12 UNESCO Global Geopark di Indonesia dan Kalimantan Selatan menjadi salah satunya. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang harus terus kita pertahankan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).  

Sebagaimana diketahui, Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark tengah berupaya menyempurnakan dokumen yang akan menjadi arah pengembangan kawasan geopark selama lima tahun mendatang.

Lebih lanjut, Nurul menegaskan proses revalidasi pada 2028 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi pengelolaan kawasan. 

Dia mewanti-wanti agar status yang telah diraih tidak membuat pihak terkait lengah dan berpuas diri.  

Baca Juga

  • Geopark Meratus dan Haul Sekumpul Jadi Andalan Kalsel Kejar Pertumbuhan Wisata 2026
  • Kebumen Geopark Trail Run 2026 Angkat Potensi Wisata,
  • Sumut Bidik Perluasan Jejaring Geopark Internasional di Geofest ke-7 di Danau Toba

“Revalidasi akan menentukan apakah pengelolaan kita dinilai baik, masih memerlukan perbaikan, atau bahkan tidak lagi memenuhi standar. Karena itu, kita tidak boleh menganggap status ini sebagai akhir, melainkan awal dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan Geopark Meratus,” katanya.  

Menurutnya, mempertahankan status tersebut bukan perkara yang bisa dipikul sendiri oleh Badan Pengelola Geopark maupun Bappeda. Diperlukan sinergi lintas sektor mulai dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat luas agar pengelolaan kawasan berjalan solid dan terpadu.  

“UNESCO sesungguhnya menilai bagaimana kita mampu berkolaborasi dalam menjaga kawasan ini. Oleh sebab itu, seluruh pihak harus memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya agar pengelolaan Geopark Meratus berjalan secara terpadu,” jelasnya.  

Nurul mengungkapkan bahwa Rencana Induk yang tengah disusun harus benar-benar fungsional sebagai pedoman pembangunan, bukan sekadar dokumen administratif.

Dia menyebutkan, dokumen tersebut mesti memuat arah pengembangan lima tahun ke depan secara jelas, termasuk pembagian tanggung jawab program, skema pendanaan, hingga indikator keberhasilan yang terukur.  

Dia menegaskan, orientasi utama pengembangan Geopark Meratus semestinya tidak berhenti pada upaya mempertahankan status internasional semata, melainkan menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pelestarian lingkungan, penguatan budaya, penguatan ekonomi warga, serta keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.  

“Saya optimistis dengan semangat kebersamaan dan konsistensi seluruh pihak, Geopark Meratus tidak hanya mampu mempertahankan status UNESCO Global Geopark, tetapi juga menjadi salah satu geopark terbaik di Indonesia bahkan kawasan Asia Pasifik,” tuturnya.  

Senada, Perencana Ahli Muda Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan Erma Safitri, menyampaikan bahwa Rencana Induk menjadi instrumen krusial dalam mengarahkan pembangunan kawasan secara berkelanjutan.  

“Rencana Induk ini akan menjadi pedoman bersama dalam mengelola, mengembangkan inovasi, serta memperkuat upaya konservasi di kawasan Geopark Meratus. Karena itu, kami mengharapkan berbagai masukan dan penyamaan persepsi dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.  

Erma menuturkan, paradigma pengelolaan geopark kini telah bergeser. Kawasan geopark tak lagi dipandang semata sebagai zona konservasi, melainkan telah menjelma menjadi instrumen pembangunan wilayah yang merangkul pelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya sekaligus melalui jalur pendidikan, penelitian, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.  

“Geopark merupakan laboratorium alam yang memberikan ruang bagi kita untuk mengembangkan berbagai inovasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.  

Adapun, dia berharap dokumen Rencana Induk yang tengah disusun dapat selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan di masing-masing perangkat daerah maupun pemerintah kabupaten/kota, sehingga implementasi program tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan terpadu.  

“Kami ingin manfaat Geopark Meratus tidak hanya dirasakan oleh satu daerah, tetapi dapat tersebar secara merata, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat di seluruh kawasan Geopark Meratus,” pungkasnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekali Kecelakaan Bisa Habis Rp1,7 Miliar, Cak Imin: Jangan Tunggu Musibah Baru Ingat BPJS
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
United Tractors Dorong Desa Binaan Lebih Siaga lewat Pelatihan Tanggap Bencana
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Internet 5G Masih Lelet, Mastel Usul Indonesia Langsung Adopsi 6G
• 8 menit lalukatadata.co.id
thumb
Geopark Meratus Siap Hadapi Ujian UNESCO 2028
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri Bahlil Bongkar Hasil Uji B50: Mercedes hingga Kereta Api Lolos, Kualitas Diklaim Lampaui B40
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.