Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kehadiran Mayapada Hospital Jakarta Timur sehingga masyarakat setempat memiliki banyak pilihan saat ingin berobat.
Terlebih, pria yang akrab disapa Pram itu mengatakan rumah sakit tersebut dikonsentrasikan, salah satunya untuk ibu dan anak. Dengan demikian, ia berharap para keluarga baru dapat merasa terbantu dengan adanya Mayapada Hospital.
“Saya berharap bahwa rumah sakit ini betul-betul bisa membuat Jakarta menjadi semakin banyak pilihan, karena di Cakung ini adalah kecamatan nomor dua terpadat di Jakarta setelah Tambora, tetapi rumah sakitnya belum ada yang seperti ini. Jadi, apa yang dilakukan oleh Mayapada menurut saya sebuah langkah yang luar biasa,“ ujar Pramono saat meresmikan Mayapada Hospital di Jakarta Timur, Kamis.
Dia pun menilai kehadiran rumah sakit tersebut memperkuat layanan kesehatan di Jakarta melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses, merata, dan berkualitas.
Baca juga: Pramono ingatkan peran faskes dalam layanan kesehatan modern
Pramono menyebutkan Jakarta saat ini memiliki 195 rumah sakit yang terdiri dari 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), 10 rumah sakit vertikal, 11 rumah sakit TNI/Polri, 10 rumah sakit BUMN dan kementerian, serta 133 rumah sakit swasta.
Menurut dia, dengan bertambahnya fasilitas kesehatan, maka akan semakin memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di Jakarta.
Lebih lanjut, dia menuturkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) di DKI Jakarta hingga Maret 2026 telah mencapai 98,74 persen, dan ini perlu ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk rumah sakit swasta.
"Kami berharap kerja sama Mayapada Hospital dengan BPJS Kesehatan dapat memperluas akses layanan sekaligus memperkuat sistem rujukan bagi masyarakat Jakarta," ungkap Pramono.
Baca juga: DKI bakal jadikan RS Sumber Waras bertaraf internasional
Baca juga: Peletakan batu pertama RS Sumber Waras akan dilakukan pada Agustus
Terlebih, pria yang akrab disapa Pram itu mengatakan rumah sakit tersebut dikonsentrasikan, salah satunya untuk ibu dan anak. Dengan demikian, ia berharap para keluarga baru dapat merasa terbantu dengan adanya Mayapada Hospital.
“Saya berharap bahwa rumah sakit ini betul-betul bisa membuat Jakarta menjadi semakin banyak pilihan, karena di Cakung ini adalah kecamatan nomor dua terpadat di Jakarta setelah Tambora, tetapi rumah sakitnya belum ada yang seperti ini. Jadi, apa yang dilakukan oleh Mayapada menurut saya sebuah langkah yang luar biasa,“ ujar Pramono saat meresmikan Mayapada Hospital di Jakarta Timur, Kamis.
Dia pun menilai kehadiran rumah sakit tersebut memperkuat layanan kesehatan di Jakarta melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses, merata, dan berkualitas.
Baca juga: Pramono ingatkan peran faskes dalam layanan kesehatan modern
Pramono menyebutkan Jakarta saat ini memiliki 195 rumah sakit yang terdiri dari 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), 10 rumah sakit vertikal, 11 rumah sakit TNI/Polri, 10 rumah sakit BUMN dan kementerian, serta 133 rumah sakit swasta.
Menurut dia, dengan bertambahnya fasilitas kesehatan, maka akan semakin memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di Jakarta.
Lebih lanjut, dia menuturkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) di DKI Jakarta hingga Maret 2026 telah mencapai 98,74 persen, dan ini perlu ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk rumah sakit swasta.
"Kami berharap kerja sama Mayapada Hospital dengan BPJS Kesehatan dapat memperluas akses layanan sekaligus memperkuat sistem rujukan bagi masyarakat Jakarta," ungkap Pramono.
Baca juga: DKI bakal jadikan RS Sumber Waras bertaraf internasional
Baca juga: Peletakan batu pertama RS Sumber Waras akan dilakukan pada Agustus





