Indonesia Ajak Rusia Investasi Berbasis Hilirisasi

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

EKATERINBURG, KOMPAS — Pemerintah RI mengajak Rusia memperluas hubungan ekonomi dari perdagangan menuju kemitraan investasi dan pengembangan industri bernilai tambah. Melalui kerja sama di sektor mineral, manufaktur, hingga energi, Indonesia menawarkan peluang investasi berbasis hilirisasi.

Ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing industri menuju target untuk menjadi lima besar ekonomi dunia pada tahun 2045.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (7/7/2026), mengatakan bahwa model kemitraan menjadi aspek terpenting dalam hubungan ekonomi RI-Rusia. Pemerintah ingin RI menjadi bagian dari rantai produksi global, bukan hanya pasar tujuan ekspor.

“Indonesia bukan negara yang hanya mengandalkan komoditas dan mencari pembeli. Indonesia adalah negara industri yang mencari mitra. Kita hadir bukan hanya sebagai pasar untuk menjual produk, melainkan mitra untuk membangun bersama," ujarnya dalam dialog yang digelar di sela-sela pameran industri internasional Innaprom 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Kehadiran Indonesia di pameran tersebut menghasilkan enam penandatanganan kerja sama. Beberapa dari perjanjian itu merupakan kelanjutan dari kesepakatan sebelumnya pada Desember 2025 lalu.

"Keberhasilan sesungguhnya nanti akan diukur dari smelter yang dibangun, usaha patungan yang ditandatangani, serta kapal dan arus perdagangan yang bergerak secara teratur antara kedua negara," kata Agus.

Menurut Agus, hubungan ekonomi RI-Rusia menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai 4,8 miliar dolar AS atau meningkat 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Rusia tumbuh 7,5 persen menjadi 1,8 miliar dolar AS.

Selama ini, RI mengekspor berbagai produk manufaktur dan komoditas seperti karet, kopi, alas kaki, elektronik, serta bahan kimia. Sebaliknya, Rusia memasok pupuk, baja, serealia, hingga produk dirgantara. Struktur perdagangan yang saling melengkapi itu dinilai dapat menjadi fondasi bagi kerja sama industri dengan nilai tambah lebih tinggi.

Indonesia kini berfokus membangun industri pengolahan di dalam negeri melalui kebijakan hilirisasi sumber daya alam. Langkah tersebut membuka peluang besar bagi investor asing, terutama pada pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, disertai cadangan bauksit, timah, dan tembaga yang melimpah. Agus mengatakan, jika satu dekade lalu Indonesia masih mengekspor bijih mentah, kini pemerintah telah membangun berbagai fasilitas pengolahan mulai dari smelter, kilang pemurnian, hingga industri bahan baku baterai.

"Bagi industri yang menghadapi keterbatasan akses terhadap rantai pasok baterai dan baja, ini bukan lagi sekadar rencana. Industri itu sudah beroperasi. Kami mengajak investasi pada tahap berikutnya, mulai dari smelter, pemurnian, prekursor, hingga material baterai," kata Agus, Rabu (8/7/2026).

Selain sektor mineral, pemerintah juga menawarkan kerja sama pengembangan industri otomotif, elektronik, mesin, energi, petrokimia, dan galangan kapal melalui skema usaha patungan di kawasan industri yang telah dilengkapi dengan berbagai insentif.

Di sektor energi, Rusia dinilai memiliki keunggulan teknologi pengolahan minyak, gas, dan petrokimia. Sementara, Indonesia menawarkan ketersediaan bahan baku serta pasar domestik yang besar.

Sementara itu, kerja sama di sektor perkapalan mulai memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan kesepakatan antara asosiasi industri kedua negara dan perusahaan galangan kapal Rusia, AK Bars.

Pemerintah juga mendorong agar hubungan investasi berlangsung dua arah. Perusahaan manufaktur Indonesia didorong untuk menanamkan modal di Rusia, terutama pada sektor makanan halal, kosmetik, dan farmasi dengan memanfaatkan Rusia dan Uni Ekonomi Eurasia sebagai pintu masuk ke pasar Asia Tengah. Sebaliknya, RI menawarkan akses menuju pasar ASEAN yang berpenduduk lebih dari 700 juta jiwa bagi investor Rusia.

Untuk mendukung transaksi perdagangan dan investasi, pemerintah memperkuat peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui fasilitas pembiayaan perdagangan, penjaminan, dan asuransi ekspor. Pemerintah juga mendorong penggunaan mata uang lokal serta mekanisme pembayaran BRICS guna memperlancar transaksi bisnis kedua negara.

Sementara itu, mengutip kantor berita Rusia, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Anton Alikhanov menekankan bahwa kedua negara mempertahankan dialog yang konstruktif dan saling percaya di semua tingkatan. Deklarasi Kemitraan Strategis, yang diadopsi Juni lalu, merupakan penanda penting transisi hubungan ke tingkat yang baru.

Secara khusus, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, menyambut hangat delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Harus ada komitmen dan kemitraan yang dikawal bersama antara (Pemerintah) Indonesia dan (Pemerintah) Rusia dalam mengawal investasi yang masuk. Tidak cukup hanya MOU.

“Kami berkomitmen memperdalam hubungan bilateral kami. Dalam lima tahun terakhir, perdagangan bilateral telah meningkat lebih dari dua kali lipat. Negara kita memiliki prospek yang baik untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor,” ujar PM Rusia, Mikhail Mishustin.

Ia mengatakan, perusahaan Rusia siap menawarkan solusi kompetitif kepada Indonesia dan mitra lainnya dalam bidang konstruksi industri, modernisasi fasilitas energi, serta pembangunan infrastruktur kereta api dan maritim.

Kemitraan Kawasan Industri

Sementara itu, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) membidik kemitraan strategis bersama investor Rusia yang ingin menanamkan modal di Indonesia.

Komitmen itu setidaknya terlihat dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of Russia di sela Forum Bisnis "Dialog Industri Rusia-Indonesia”, di Innoprom, Ekaterinburg, Rusia, Selasa (7/7/2026).

Kerja sama itu ditandatangani Ketua Umum HKI, Akhmad Maruf Maulana, bersama CEO Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of Russia, Labudin Mikhail. Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia, Anton Alikhanov.

Nota kesepahaman yang ditandatangani kedua asosiasi mencakup kerja sama dalam promosi investasi, pertukaran informasi mengenai peluang bisnis, pengembangan proyek industri bersama, peningkatan kapasitas pengelolaan kawasan industri, hingga fasilitasi investasi perusahaan Rusia di Indonesia dan perusahaan Indonesia di Rusia.

Maruf menilai, Indonesia memiliki stabilitas ekonomi yang relatif terjaga, didukung pasar domestik yang besar, posisi strategis sebagai gerbang menuju kawasan ASEAN, serta jaringan kawasan industri yang terus berkembang dengan infrastruktur dan utilitas yang semakin kompetitif.

HKI siap menjadi mitra lokal dengan memfasilitasi penyediaan lahan kawasan industri, mendampingi seluruh proses perizinan, serta mempertemukan investor dengan kawasan industri yang paling sesuai dengan kebutuhan usahanya.

“Intinya saya sudah menawarkan langsung untuk JV (joint venture) investasi bersama. Saya memfasilitasi perizinan dan lokasi. Kami siap berinvestasi bersama seperti dalam tanda tangan (nota kesepahaman),” kata Maruf, Rabu (8/7/2026).

Menurut Maruf, sinergi antara pemerintah dan pengelola kawasan industri menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat realisasi investasi. Karena itu, HKI siap mendampingi investor sejak tahap awal, mulai dari pemilihan lokasi, penyediaan lahan, koordinasi dengan pengelola kawasan industri, hingga fasilitasi proses perizinan.

“Harus ada komitmen dan kemitraan yang dikawal bersama antara (Pemerintah) Indonesia dan (Pemerintah) Rusia dalam mengawal investasi yang masuk ke Indonesia. Tidak cukup hanya MOU. Harus konkret dan berkomitmen. Kami siap memfasilitasi lahan dan segala perizinan untuk investasi dari Rusia,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Prakirakan Cuaca di Beberapa Daerah Jatim Masih Berpeluang Hujan Ringan Hari ini
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penguntitan hingga Kabar Penggeledahan, Rangkaian Kontroversi di Seputar Jampidsus
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Daftar Pemain Timnas Voli Korea Jelang Lawan Indonesia di Laga Uji Coba: Ada Jung Ho-young Hingga Kim Da-in
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG: Polewali Mandar Diguncang Gempa Dangkal 13 Kilometer di Laut
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Maroko Tanpa Ismael Saibari, Opta Prediksi Prancis Menang 60,9 Persen
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.