TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran memberikan peringatan keras kepada Washington setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke wilayahnya.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut AS sebagai perundung, dan kerap melanggar janjinya sendiri.
Menurut Ghalibaf, kali ini ulah AS sudah tak bisa lagi ditoleransi.
“Amerika Serikat masih belum belajar bahwa intimidasi dan melanggar janji tidak lagi bebas biaya. Biar saya katakan dengan jelas, jika Anda menyerang, Anda akan dihantam,” tulisnya di media sosial X, Rabu (8/7/2026), dikutip dari Kantor Berita Tasnim.
Baca Juga: Trump Bikin Blunder di KTT NATO, Sebut "Republik Islam Jepang" Tembakkan Rudal ke Kapal AS
“Janganlah bergelut tanpa tujuan, atau Anda akan tenggelam lebih dalam. Selat Hormuz hanya akan terbuka dengan kesepakatan Iran, bukan ancaman Amerika,” tambah Ghalibaf.
Sebelumnya, Ghalibaf telah mengecam AS karena melakukan pelanggaran besar terhadap kesepakatan gencatan senjata yang terdapat dalam Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) Islamabad.
Kecaman itu dilontarkan setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Ghalibaf mencantumkan pelanggaran AS.
Termasuk di antaranya ancaman serangan lebih lanjut yang terus-menerus, pemberlakuan kembali sanksi atas minyak Iran, serangan ke Iran selatan, dan aksi militer berkelanjutan Israel di Lebanon.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Tasnim
- iran
- amerika serikat
- donald trump
- peringatan keras
- Mohammad Bagher Ghalibaf
- perang iran





