Iran kepada AS: Intimidasi dan Melanggar Janji Ada Konsekuensinya

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Pemimpin Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf saat melakukan pertemuan dengan PM Palestina Shehbaz Sharif di Islamabad Pakistan, Sabtu (11/4/2026). (Sumber: Pakistan Prime Minister Office via AP)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran memberikan peringatan keras kepada Washington setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke wilayahnya.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut AS sebagai perundung, dan kerap melanggar janjinya sendiri.

Menurut Ghalibaf, kali ini ulah AS sudah tak bisa lagi ditoleransi.

“Amerika Serikat masih belum belajar bahwa intimidasi dan melanggar janji tidak lagi bebas biaya. Biar saya katakan dengan jelas, jika Anda menyerang, Anda akan dihantam,” tulisnya di media sosial X, Rabu (8/7/2026), dikutip dari Kantor Berita Tasnim.

Baca Juga: Trump Bikin Blunder di KTT NATO, Sebut "Republik Islam Jepang" Tembakkan Rudal ke Kapal AS

“Janganlah bergelut tanpa tujuan, atau Anda akan tenggelam lebih dalam. Selat Hormuz hanya akan terbuka dengan kesepakatan Iran, bukan ancaman Amerika,” tambah Ghalibaf.

Sebelumnya, Ghalibaf telah mengecam AS karena melakukan pelanggaran besar terhadap kesepakatan gencatan senjata yang terdapat dalam Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) Islamabad.

Kecaman itu dilontarkan setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Ghalibaf mencantumkan pelanggaran AS.

Termasuk di antaranya ancaman serangan lebih lanjut yang terus-menerus, pemberlakuan kembali sanksi atas minyak Iran, serangan ke Iran selatan, dan aksi militer berkelanjutan Israel di Lebanon.

Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Tasnim

Tag
  • iran
  • amerika serikat
  • donald trump
  • peringatan keras
  • Mohammad Bagher Ghalibaf
  • perang iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Info Penting soal Nasib PPPK Paruh Waktu dan Downgrade, Alhamdulillah Positif
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
KPK Sita Uang Terkait Bupati Kuansing, Ada Amplop yang Ditolak Menhut
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Skema Pendaftaran Kartu SIM Baru Untuk Anak Di Bawah 17 Tahun Dengan Verifikasi Biometrik
• 12 jam lalunarasi.tv
thumb
Hera Mantan ART Erin Jalani Pemeriksaan, Dicecar 20 Pertanyaan dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Rosan: Danantara Kini Jadi Mitra Strategis yang Dicari Investor Asing
• 49 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.