KAI Daop 1 Jakarta menutup permanen akses perlintasan liar yang sering digunakan warga menyeberangi rel Kereta Api (KA) di Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor. Penutupan dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan dan penumpang KA.
"KAI Daop 1 Jakarta kembali melakukan penutupan permanen terhadap satu perlintasan liar, yang berada di KM 49+8/9 petak jalan antara Stasiun Cilebut-Stasiun Bogor. Penutupan dilaksanakan tadi pagi," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Kamis (9/7/2026).
Franoto mengatakan bahwa penutupan perlintasan liar bukan bertujuan membatasi mobilitas masyarakat, melainkan untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan maupun pelanggan kereta api. Penutupan dilakukan dengan pemasangan delapan titik patok penghalang menggunakan bantalan rel bekas, yang dicat warna merah putih sebagai penanda larangan melintas.
"Perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan sesuai ketentuan. Melalui penutupan ini, kami ingin mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian material. Keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama," kata Franoto.
Franoto menambahkan, dari total 31 titik perlintasan liar di wilayah Bogor, sebanyak 28 titik di antaranya telah ditutup permanen. Ia berharap masyarakat tidak membuka kembali akses yang sudah ditutup atau membuka perlintasan liar baru, demi keselamatan bersama.
"Hingga Kamis (9/7), KAI Daop 1 Jakarta telah menutup 28 lokasi perlintasan liar dari total target 31 lokasi, atau telah mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan," kata Franoto.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka kembali akses yang telah ditutup, maupun membuat perlintasan liar baru. Masyarakat diharapkan menggunakan perlintasan resmi yang telah tersedia, serta selalu disiplin mengutamakan keselamatan," imbuhnya.
(sol/lir)





