Bisnis.com, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengklaim tetap mengalami kinerja positif di tengah pelemahan daya beli masyarakat pada semester I/2026. Model Stragazer menjadi salah satu kendala.
Pasar otomotif nasional mempertahankan tren pertumbuhan pada semester I/2026. Kenaikan penjualan tercermin baik dari distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer maupun penjualan ritel kepada konsumen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales selama Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit. Angka tersebut meningkat 15,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan realisasi semester I/2025 yang sebanyak 376.707 unit.
Dari sisi penjualan ritel, sepanjang enam bulan pertama tahun ini, distribusi kendaraan dari dealer ke konsumen mencapai 433.848 unit atau tumbuh 10,5% dibandingkan 392.778 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Chief Operating Officer Hyundai Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pasar otomotif pada semester I/2026 masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, hingga preferensi konsumen yang terus berkembang.
Di tengah dinamika tersebut, lanjutnya, Hyundai mampu membukukan kinerja yang positif dengan dukungan sejumlah model di segmen SUV, MPV, dan kendaraan elektrifikasi yang masih mendapat sambutan baik dari pasar.
Baca Juga
- Hyundai Siapkan Investasi Rp494 Triliun untuk Bangun Ekosistem AI
- Strategi Hyundai di GIIAS 2026: Siapkan Deretan Mobil Listrik dan Hybrid Baru
- AKR Corporindo (AKRA) Gandeng Hyundai Industries Bangun Kapal FSRU
"Sepanjang Januari–Juni 2026, Stargazer menjadi salah satu kontributor utama penjualan Hyundai, didukung pula oleh performa Creta dan Santa Fe yang terus mendapat respons positif dari konsumen di masing-masing segmennya," ujar Frans kepada Bisnis, Rabu (8/7/2026).
Memasuki semester II/2026, Hyundai menilai peluang pertumbuhan pasar masih terbuka meskipun industri tetap dihadapkan pada tantangan berupa dinamika ekonomi dan persaingan yang semakin ketat.
Oleh karena itu, Hyundai akan terus berfokus menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, memperkuat pengalaman kepemilikan kendaraan melalui berbagai program purnajual dan pengalaman pelanggan.
"Kami juga akan terus mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia agar dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen dalam jangka panjang," jelasnya.
Sejalan dengan strategi tersebut, Hyundai berencana memperluas portofolio produknya melalui peluncuran model bermesin pembakaran internal (ICE), hybrid (HEV), hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Perseroan juga dikabarkan tengah menyiapkan mobil listrik 7 penumpang yang akan diproduksi secara lokal, termasuk menghadirkan lini Ioniq 3.
Di sisi lain, prospek industri otomotif hingga akhir tahun masih dibayangi sejumlah tantangan. Pelemahan nilai tukar rupiah yang bertahan di kisaran Rp17.900 per dolar AS berpotensi meningkatkan biaya produksi kendaraan.
Selain itu, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75% juga berpotensi memengaruhi permintaan karena berdampak terhadap bunga kredit kendaraan bermotor.





