Bank BSN Pertegas Posisi sebagai Mortgage Bank Syariah, Target Salurkan 73.700 KPR FLPP pada 2026

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menegaskan komitmennya memperkuat posisinya sebagai mortgage bank syariah melalui penguatan pembiayaan sektor perumahan dari sisi pengembang maupun masyarakat sebagai pembeli rumah.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan perseroan menjalankan strategi yang menyelaraskan pembiayaan di sisi pasokan (supply side) dan permintaan (demand side) agar pertumbuhan bisnis perumahan berjalan berkelanjutan.

"Kami membangun sinkronisasi antara sisi pasokan dan permintaan. Pengembang kami dukung dari sisi supply, sedangkan di sisi demand kami memfasilitasi KPR bagi pembeli. Penyelarasan ini harus berjalan searah," ujar Alex di Jakarta, Kamis (9/7).

Menurut Alex, komitmen tersebut tercermin dari komposisi portofolio pembiayaan Bank BSN yang saat ini didominasi pembiayaan griya. Sekitar 96 persen dari total pembiayaan perseroan berada pada sektor mortgage.

Pada akhir tahun buku 2025, total penyaluran pembiayaan Bank BSN mencapai Rp54,87 triliun atau melonjak 4.083,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,31 triliun.

Di segmen pembiayaan rumah bersubsidi, Bank BSN menargetkan penyaluran 73.700 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2026. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 28.000 unit.

Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per 24 Juni 2026, pangsa pasar KPR subsidi Bank BSN meningkat menjadi 25,2 persen, naik dari 21,32 persen pada Desember 2025.

Selain memperkuat pembiayaan rumah subsidi, Bank BSN juga mulai memperluas pembiayaan ke segmen KPR non-subsidi atau komersial untuk memperbesar basis nasabah. Secara kumulatif, perseroan telah melayani sekitar 500.000 nasabah KPR di seluruh Indonesia.

Alex menegaskan ekspansi pembiayaan tersebut tetap dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Menurutnya, kualitas aset pembiayaan Bank BSN tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) yang berada pada level sehat.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persiapkan Hal-hal Ini Biar Hidup Lebih Bebas di Setiap Tahap Kehidupan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
RS Leona Kefamenanu Akhirnya Buka Suara Kasus Dokter Icha
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Resmi Bercerai, Insanul Fahmi Diwajibkan Beri Nafkah Anak Rp3 Juta ke Wardatina Mawa
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Indonesia Mau Bangun Pusat Finansial Internasional, Apa Itu?
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Guru Besar UB Dukung Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Pemenuhan Batu Bara
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.