Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah yang Tangani Kasus Harvey Moeis Dijaga Ketat TNI, Bertepatan dengan Penggeledahan Kasus Korupsi oleh Polri

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik.

Kali ini bukan karena pengungkapan perkara korupsi bernilai jumbo, melainkan lantaran rumah dinasnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat pengamanan ketat dari personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pantauan di Jalan Radio I, Kebayoran Baru, Rabu (8/7/2026) malam, menunjukkan suasana berbeda dari biasanya. Lebih dari 20 personel TNI terlihat berjaga di sejumlah titik menuju kediaman Febrie Adriansyah.

Sebagian mengenakan seragam dinas lapangan, sementara lainnya berpakaian sipil. Beberapa personel juga tampak membawa senjata laras panjang.

Pengamanan tersebut berlangsung bersamaan dengan operasi penggeledahan yang dilakukan penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya di sejumlah lokasi di Jakarta dan Jawa Barat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya hubungan langsung antara pengamanan di rumah Jampidsus dengan rangkaian penggeledahan yang tengah dilakukan penyidik.

Nama Febrie Adriansyah selama ini dikenal luas sebagai sosok yang memimpin penanganan berbagai perkara korupsi besar sejak dipercaya menjabat sebagai Jampidsus pada Januari 2022.

Di bawah kepemimpinannya, Kejaksaan Agung menangani sejumlah kasus yang menjadi perhatian nasional, termasuk dugaan korupsi tata niaga timah dengan nilai kerugian negara mencapai Rp271 triliun.

Dalam perkara tersebut, sejumlah nama besar ikut terseret, di antaranya Harvey Moeis dan Helena Lim.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga menangani perkara dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, proyek BTS 4G Kominfo yang menyeret mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate, dugaan suap dalam perkara Ronald Tannur yang melibatkan mantan pejabat Mahkamah Agung Zarof Ricar, operasi tangkap tangan terhadap hakim Pengadilan Negeri Surabaya, hingga dugaan korupsi impor gula yang menyeret mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong.

Rangkaian penanganan kasus tersebut menjadikan Febrie Adriansyah sebagai salah satu jaksa yang identik dengan pemberantasan korupsi bernilai besar.

Penggeledahan di Sejumlah Lokasi

Di sisi lain, penyidik Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi pada Rabu (8/7/2026).

Lokasi yang digeledah tersebar di Jakarta dan Jawa Barat, meliputi Cafe de’Clan Signature, Point Money Changer di kawasan Cipete, kawasan Sudirman, Kuningan, Pacific Place, hingga beberapa rumah di wilayah Bogor.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, mengatakan penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dua laporan polisi terkait dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi, tentang dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap,” ujar Victor kepada wartawan di lokasi, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, dua laporan tersebut berkaitan dengan proses penanganan perkara PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya selama periode 2020 hingga 2025, serta dugaan korupsi dan TPPU dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Brankas Berisi Valuta Asing Diamankan

Dalam penggeledahan di Cafe de’Clan Signature, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari kayu yang menempel pada dinding bangunan.

Brankas tersebut diketahui berisi uang dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta sejumlah dokumen yang kini masih dihitung dan diteliti oleh penyidik.

Sementara itu, dari lokasi penggeledahan lainnya, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti tambahan yang masih dalam proses inventarisasi.

Meski pengamanan di rumah Febrie Adriansyah berlangsung berbarengan dengan operasi penggeledahan tersebut, hingga kini belum diketahui apakah keduanya memiliki keterkaitan.

Pengamanan Sudah Pernah Dilakukan

Pengamanan terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah bukan kali pertama menjadi perhatian publik.

Pada 2024, seorang anggota Densus 88 sempat diamankan oleh personel pengawal TNI setelah diduga melakukan penguntitan terhadap Febrie di sebuah restoran yang kini kembali menjadi salah satu lokasi penggeledahan.

Sejak peristiwa tersebut, pengamanan terhadap Jampidsus disebut berlangsung lebih intensif.

Hingga berita ini ditulis, baik Kepolisian maupun Kejaksaan Agung belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pengamanan ketat di rumah Febrie Adriansyah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan identitas pihak-pihak yang sedang didalami belum dapat disampaikan kepada publik karena proses penyidikan masih berlangsung.

Penyidik menegaskan fokus utama saat ini adalah mengumpulkan alat bukti guna memperjelas konstruksi perkara yang sedang ditangani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prancis vs Maroko, Ulangan Duel Semifinal Qatar 2022
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Polisi Geledah 12 Lokasi. Berkaitan dengan Kasus Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Anggota Komisi III DPR Minta Tidak Ada yang Halangi dan Rintangi Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Bertahan dengan Ijazah Lama? Saatnya Naik Level lewat Kelas Karyawan UNM
• 56 menit lalurepublika.co.id
thumb
Empat Proyek Kemenhut Masuk Pasar Karbon, Nilai Transaksi Capai Rp5 Triliun
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.