IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.912 Meski Sempat Tertekan, 327 Saham Berakhir di Zona Hijau

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Kamis sore, 9 Juli 2026, di zona hijau setelah sempat bergerak melemah pada awal sesi. Penguatan terjadi menjelang penutupan perdagangan hingga membawa indeks menyentuh level tertinggi hari ini.

Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup menguat sebesar 39,069 poin atau naik 0,67 persen ke level 5.912,442.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Melemah Serupa Bursa Asia & Wall Street, Seiring Berakhirnya Gencatan Senjata Iran-AS
IHSG Ditutup Anjlok 1,89 Persen ke Level 5.873, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Pergerakan tersebut menunjukkan pemulihan setelah indeks sempat dibuka di level 5.865 dan bergerak di area negatif pada awal perdagangan.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG mencatat level terendah di posisi 5.839, sementara level tertingginya berada di 5.912, yang sekaligus menjadi posisi penutupan perdagangan.

Nilai Transaksi Tembus Rp12 Triliun

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berlangsung cukup ramai.

Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 27,092 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,055 triliun.

Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.246.793 kali transaksi.

Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan sore ini mencapai Rp10.351,261 triliun.

Mayoritas Saham Ditutup Menguat

Penguatan IHSG juga ditopang oleh dominasi saham yang berakhir di zona hijau.

Data perdagangan menunjukkan:

  • 327 saham menguat.
  • 275 saham melemah.
  • 190 saham bergerak stagnan.

Komposisi tersebut mencerminkan sentimen positif yang berhasil mendorong indeks berbalik menguat hingga akhir perdagangan.

Sempat Dibuka Melemah

Sebelumnya, IHSG mengawali perdagangan Kamis pagi dengan pelemahan.

Indeks dibuka turun 7,60 poin atau sekitar 0,13 persen ke level 5.865,77.

Tidak hanya IHSG, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga memulai perdagangan di zona merah.

Indeks LQ45 tercatat turun 1,77 poin atau 0,30 persen ke posisi 581,11 pada awal sesi.

Sentimen Global dan Domestik Masih Membayangi Pasar

Sebelum perdagangan berlangsung, pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen yang diperkirakan dapat memengaruhi pergerakan IHSG.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim sebelumnya memperkirakan indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support.

"IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800-5.745 pada perdagangan Kamis," ujar Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Menurutnya, pergerakan pasar masih dipengaruhi kombinasi sentimen dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :
Bos BEI Respons Ancaman Indonesia Jadi Frontier Market oleh S&P Dow Jones Indices
Coba Break Resistance, IHSG Dibuka Melemah Serupa Anjloknya Bursa Asia dan Wall Street
Perkuat Integritas Pasar dan Komitmen Peningkatan Berkelanjutan, BEI Reviu Papan Pemantauan Khusus

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siloam Heart Hospital Adakan Heart Care Day
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Aktivitas Pesawat di Bandara Sentani Naik Tujuh Persen
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi III: Jangan Berhenti di Swasta, Bongkar Dalang Korupsi Batu Bara
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Suka Reply 1988? Ini 4 Rekomendasi Drama Korea yang Dibintangi Lee Hye Ri, Wajib Masuk Watch List
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Mantan Sekretaris Jenderal MPR Kembali Diperiksa KPK
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.