Penyanyi muda Rachel Cia atau RACH? akan bertolak ke Jepang untuk berkolaborasi dengan musisi internasional asal Jepang, idom.
Keberangkatan RACH? bukan sekadar untuk merilis karya baru. Ia mendapat undangan resmi dari Sony Music Japan untuk terlibat dalam proyek musik lintas negara yang mempertemukan musisi Indonesia dan Jepang. Dalam proyek tersebut, RACH? akan didampingi produser F4dli.
"Trip ke Jepang kali ini memang karena dapat undangan resmi dari Sony Music Japan buat proyek kolaborasi," ujar Rachel.
Selama berada di Jepang, RACH? dijadwalkan merilis lagu kolaborasi bersama idom, musisi yang berada di bawah naungan Sony Music Japan. Tak hanya itu, keduanya juga akan tampil bersama di panggung Billboard Live Tokyo 2026 untuk membawakan lagu hasil kolaborasi mereka.
"Rencana utamanya mau rilis lagu kolaborasi bareng idom. Terus nanti kita juga bakal perform bareng di Billboard Live Tokyo 2026," katanya.
Rachel mengaku kesempatan tersebut datang secara tak terduga. Pada Februari lalu, Sony Music Japan menghubunginya karena tertarik melihat perkembangan industri musik Indonesia.
Menurut Rachel, tim Sony Music Japan kemudian datang langsung ke Indonesia untuk menggarap proyek tersebut. Bersama produser lokal Gamal dan F4dli, mereka menyelesaikan dua lagu hanya dalam waktu empat hari.
"Enggak pakai lama, mereka langsung datang ke Indonesia. Di sini kita intens banget bikin dua lagu cuma dalam waktu empat hari," tuturnya.
Setelah proses kreatif rampung, idom mengajak Rachel datang ke Jepang untuk merayakan perilisan lagu sekaligus membawakannya secara langsung di atas panggung.
Bagi Rachel, kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara industri musik Indonesia dan Jepang.
"Aku berharap ini enggak cuma berhenti di satu proyek ini saja, tapi bisa jadi awal koneksi yang solid antara musisi Indonesia dan Jepang. Semoga rilisan ini bisa membuka jalan buat musisi lokal kita untuk go international, dan sebaliknya," ungkapnya.
Selain memperluas jejaring, Rachel juga berharap pengalaman bekerja bersama musisi Jepang dapat memperkaya eksplorasi musiknya di masa depan.
"Semoga ini bisa jadi gerbang buat eksplorasi musikku supaya lebih luas dan dapat perspektif baru dari luar," tutup Rachel.





