Berlin (ANTARA) - Jerman dan Amerika Serikat telah menandatangani kesepakatan pembelian rudal Tomahawk, seperti diumumkan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Kamis.
"Kami telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah AS di sela-sela pertemuan NATO di Ankara, bahwa kami akan membeli rudal Tomahawk buatan AS dan menempatkannya di Jerman. Hal ini akan membantu kami menutup celah strategis penting dalam pertahanan kami," kata Merz dalam pidatonya setelah KTT NATO di Ankara, Turkiye.
Kanselir Merz menambahkan pada saat yang sama pihaknya akan berupaya mengembangkan sistemnya sendiri dan menempatkannya di Eropa.
Baca juga: AS pertimbangkan pembatalan penjualan rudal tomahawk ke Jerman
Sementara itu, Pentagon awalnya berencana membatalkan penjualan rudal Tomahawk ke Jerman, sebagian karena para para pejabat khawatir pihak Rusia akan menganggapnya sebagai eskalasi.
Merz lebih lanjut mengatakan bahwa meskipun NATO adalah dan tetap menjadi aliansi transatlantik, warga Eropa tidak bisa begitu saja menyerahkan keamanannya kepada pihak lain. Pemimpin Jerman itu juga memuji hasil KTT NATO di Ankara.
"Hasilnya melebihi semua harapan saya. NATO bersatu, kuat, dan percaya diri," tegasnya.
Sebelumnya, saat penutupan KTT NATO di Ankara, Merz mengatakan aliansi tersebut telah mengambil langkah penting ke depan di jalan menuju NATO yang baru.
"Mulai hari ini, NATO lebih Eropa dari sebelumnya. Namun, NATO tetap berlandaskan kuat pada kemitraan transatlantik," ujarnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Jepang bantah pengiriman rudal Tomahawk AS alami penundaaan
Baca juga: Jerman kembali upayakan pembelian rudal Tomahawk dari AS
Baca juga: Jerman lanjutkan perundingan dengan AS soal pengerahan rudal Tomahawk
"Kami telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah AS di sela-sela pertemuan NATO di Ankara, bahwa kami akan membeli rudal Tomahawk buatan AS dan menempatkannya di Jerman. Hal ini akan membantu kami menutup celah strategis penting dalam pertahanan kami," kata Merz dalam pidatonya setelah KTT NATO di Ankara, Turkiye.
Kanselir Merz menambahkan pada saat yang sama pihaknya akan berupaya mengembangkan sistemnya sendiri dan menempatkannya di Eropa.
Baca juga: AS pertimbangkan pembatalan penjualan rudal tomahawk ke Jerman
Sementara itu, Pentagon awalnya berencana membatalkan penjualan rudal Tomahawk ke Jerman, sebagian karena para para pejabat khawatir pihak Rusia akan menganggapnya sebagai eskalasi.
Merz lebih lanjut mengatakan bahwa meskipun NATO adalah dan tetap menjadi aliansi transatlantik, warga Eropa tidak bisa begitu saja menyerahkan keamanannya kepada pihak lain. Pemimpin Jerman itu juga memuji hasil KTT NATO di Ankara.
"Hasilnya melebihi semua harapan saya. NATO bersatu, kuat, dan percaya diri," tegasnya.
Sebelumnya, saat penutupan KTT NATO di Ankara, Merz mengatakan aliansi tersebut telah mengambil langkah penting ke depan di jalan menuju NATO yang baru.
"Mulai hari ini, NATO lebih Eropa dari sebelumnya. Namun, NATO tetap berlandaskan kuat pada kemitraan transatlantik," ujarnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Jepang bantah pengiriman rudal Tomahawk AS alami penundaaan
Baca juga: Jerman kembali upayakan pembelian rudal Tomahawk dari AS
Baca juga: Jerman lanjutkan perundingan dengan AS soal pengerahan rudal Tomahawk





