ASEAN soroti pentingnya penguatan kerja sama AOIP-FOIP Jepang

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Kao Kim Hourn menyoroti kesamaan prinsip dari inisiatif ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), dan Free and Open Indo-Pacific (FOIP​​) Jepang serta implementasinya bersama ASEAN.

"Meskipun AOIP dan FOIP Jepang mencerminkan pendekatan strategis dan kebijakan yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan prinsip-prinsip mendasar," kata Kao dalam pidatonya di acara Kuliah Perdana ERIA–ASEAN AOIP, Jakarta, Kamis.

Dia menegaskan bahwa peran ASEAN tetap relevan di tengah disrupsi yang berdampak luas pada pasar energi, biaya pengiriman, dan rantai pasokan di seluruh kawasan.

Kawasan ASEAN, menurut Kao, tengah bergulat dengan persaingan geopolitik, fragmentasi ekonomi, dan gangguan teknologi.

Kendati gangguan pada satu titik hambatan tunggal dapat berdampak luas pada pasar energi, biaya pengiriman, dan rantai pasokan di seluruh ASEAN dan kawasan lain, Kao berpendapat bahwa ASEAN tetap konsisten, relevan dan tangguh dalam menghadapi disrupsi tersebut.

Dia menjelaskan bahwa dialog, diplomasi, inklusivitas, dan kerja sama harus terus menjadi panduan dalam mengelola perbedaan, mengatasi kerentanan, memajukan kepentingan, dan memperkuat kepercayaan bersama secara strategis.

Hal itu tercermin dalam insiatif AOIP yang menurutnya telah menyediakan kerangka kerja yang dapat memajukan perdamaian dan stabilitas melalui keterbukaan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Dia percaya bahwa Indo-Pasifik masih menjadi kawasan kerja sama yang inklusif.

Sementara, FOIP Jepang juga berperan penting dalam menjaga stabilitas di kawasan.

Konvergensi kedua inisiatif tersebut saat ini diperkuat oleh Pernyataan Visi Bersama tentang Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-Jepang: "Mitra Terpercaya", serta sejumlah rencana implementasi yang diadopsi pada KTT Peringatan ASEAN-Jepang untuk 50 tahun Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-Jepang.

Hingga Juni 2026, sejumlah kegiatan, program, dan proyek telah dilaksanakan mencakup sekitar 81 persen dari poin-poin aksi dalam rencana implementasi tersebut.

Kao mengatakan pencapaian itu merupakan akumulasi substansi dari kemitraan kedua pihak, dan landasan yang kokoh untuk memperdalam sinergi AOIP dan FOIP.

Komitmen itu dinilai Kao sangat penting karena ASEAN dan Jepang menyesuaikan pendekatan mereka terhadap lanskap strategis yang dinamis dan berkembang.

Baca juga: AS siap kerja sama dengan ASEAN dalam ekonomi digital, energi, mineral



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Jet Tempur F-35 Turki: Dihadang Kongres AS, Ditakuti dan Ditolak Israel
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bukan Paksaan, Baim Wong Ungkap Alasan Kiano dan Kenzo Ketagihan Main Film
• 14 jam lalugrid.id
thumb
10 Fakta Menarik Perempat Final Piala Dunia 2026
• 4 jam lalucelebesmedia.id
thumb
PGE “spud in” sumur eksplorasi pertama PLTP Lumut Balai Unit 3
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Perluas akses berobat warga, Pram apresiasi Mayapada Hospital Jaktim
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.