JAKARTA, KOMPAS.com - Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni MT Gamsunoro dan Pertamina Pride akhirnya berhasil lolos setelah berbulan-bulan terjebak di Selat Hormuz.
Kapal tanker raksasa yang memuat dua juta barel minyak mentah untuk Indonesia itu tertahan di Selat Hormuz ketika perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran pecah pada awal Maret 2026.
Dua kapal ini berangkat dari terminal minyak Ras Tanura, lalu tertahan pada 14 Maret 2026 setelah Iran menyatakan akan menembak kapal apapun yang melewati wilayah Selat Hormuz.
Situasi ini menyebabkan Pertamina Pride dan MT Gamsunoro harus melipir, terjebak di Teluk Arab dan tidak bisa berlayar ke perairan terbuka.
Baca juga: Kemenlu Sambut Baik Dua Kapal Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Upaya diplomasi intens dilakukan Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar RI di Teheran.
Berbulan-bulan, secercah harapan datang saat situasi perang mendingin, sistem buka tutup Selat Hormuz sempat diterapkan Iran pada 17 April 2026.
Namun kesempatan ini tidak lantas membuat pelayaran menjadi aman, dua kapal Pertamina tersebut masih tetap berada di Teluk Arab karena waktu pembukaan Selat Hormuz yang sangat terbatas.
MT Gamsunoro lolos
Pada 24 Juni 2026, kabar baik didapat, Kapal Gamsunoro berhasil lolos di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah saat itu.
Baca juga: Kapal Tanker Pertamina Pride Lolos dari Selat Hormuz, Langsung Bawa 2 Juta Barrel Minyak ke Cilacap
Dalam perjalanan selama 16 jam, Kapal Gamsunoro mulai bergerak dari Teluk Arab pada Rabu pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB.
Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB.
Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.
Gamsunoro berhasil lewat bukan karena sembrono, tetapi mencoba menembus Selat Hormuz setelah melakukan penilaian risiko ketat dalam satu bulan terakhir.
Koordinasi Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia Teheran, dan Pertamina International Shipping (PIS) disebut menjadi kekuatan inti dari keberhasilan tersebut.
Baca juga: Kapal Tanker Iran di RI, Kemlu Pastikan Sesuai Hukum Internasional
Berselang beberapa minggu, kapal kedua Pertamina Pride juga lolos dengan perjalanan yang sama, yakni 16 jam untuk menembus Selat Hormuz menuju titik aman.