IPAL PG Meritjan Kediri Bersertifikat ISO 9001, Air Olahan Dimanfaatkan Petani untuk Pengairan Sawah

beritajatim.com
4 hari lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar mutu. Air hasil pengolahan limbah pabrik bahkan dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pengairan lahan pertanian setelah dinyatakan memenuhi baku mutu.

Selain menjaga kualitas air, perusahaan juga secara rutin melakukan pemantauan kualitas udara dan emisi sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan selama musim giling.

IPAL Penuhi Standar Mutu

General Manager PG Meritjan, Tites Agung Priyono, mengatakan kualitas air hasil pengolahan limbah dipantau secara berkala melalui pengujian laboratorium oleh Perum Jasa Tirta.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kualitas air yang keluar dari IPAL memenuhi standar baku mutu air limbah industri gula.

“Alhamdulillah kami bersertifikat sistem manajemen mutu sesuai standar SNI ISO 9001:2015 untuk ruang lingkup produksi gula kristal putih,” ujar Tites.

Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk sekaligus pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kualitas Udara Juga Dipantau

Selain pengelolaan air limbah, PG Meritjan juga rutin melakukan pemeriksaan kualitas udara di lingkungan pabrik.

Pengujian dilakukan oleh UPT Keselamatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, termasuk pemeriksaan kualitas udara sekitar serta uji emisi cerobong boiler. “Hasilnya, seluruh parameter masih dalam kadar aman dan berada di bawah baku mutu,” terang Tites.

Air Olahan Dimanfaatkan Petani

Tites menjelaskan, air hasil pengolahan IPAL tidak mengandung bahan berbahaya dan didominasi unsur organik yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

Karena itu, air keluaran IPAL telah lama dimanfaatkan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Gondanglegi sebagai sumber pengairan sawah.

Pemanfaatan tersebut berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi salah satu bentuk sinergi antara industri dengan masyarakat sekitar.

Berkontribusi bagi Perekonomian

Selama musim giling tahun ini, PG Meritjan berupaya menjaga keseimbangan antara pencapaian target produksi dan perlindungan lingkungan.

Sebagai industri strategis di sektor gula, keberadaan PG Meritjan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut Tites, operasional pabrik mampu menyerap ribuan tenaga kerja yang terlibat mulai dari kegiatan tebang angkut hingga proses produksi.

“Alhamdulillah hadirnya PG Meritjan turut membantu menghidupkan roda perekonomian masyarakat sekitar, bahkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja yang ikut terlibat mulai tebang angkut hingga bagian produksi,” jelasnya.

Warga Rasakan Manfaat

Salah seorang warga Dermo, Rina Maria Astuti, mengaku keberadaan PG Meritjan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain menciptakan aktivitas ekonomi selama musim giling, air hasil pengolahan limbah juga membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. “Semoga PG Meritjan terus berkembang dan jaya selalu,” harapnya.

Melalui pengelolaan IPAL yang memenuhi standar mutu, pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, serta pemanfaatan air olahan untuk sektor pertanian, PG Meritjan berupaya menjaga keseimbangan antara aktivitas industri, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya. [nm/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Awali Road to GFSR 2026, Perkuat Ekonomi Tangguh Lewat Inovasi Kebencanaan
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
S&P Ramal Tingkat Utang APBN Naik 2,9% ke PDB Setiap Tahun hingga 2029
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Warna Ini Sering Dikaitkan dengan Kecerdasan Emosional Tinggi Menurut Pakar Psikologi Warna
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ada Temuan DBD di Kota Padang, Warga Diminta Antisipasi
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Diungkap Mantan Diplomat Senior Amerika, Trump dan Israel Sudah Beda Tujuan di Perang Iran
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.