Ekspedisi BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Berjumlah Besar di Pegunungan Papua

jpnn.com
21 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan temuan cadangan emas dan berbagai komoditas mineral baru berskala besar di wilayah pegunungan Papua.

Penemuan bernilai tinggi ini berhasil diidentifikasi oleh tim ekspedisi ilmiah lintas lembaga yang dipimpin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BACA JUGA: Berkat Ini, Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan Emas Batangan 2.989 Gram ke Malaysia

Temuan baru itu baru dilaporkan beberapa jam sebelum Presiden berpidato dalam acara peluncuran mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis.

"Ekspedisi ilmiah kita baru bekerja, kalau tidak salah, baru berjalan 2 atau 3 minggu di pegunungan Papua, tim dari BRIN dengan beberapa universitas, dibantu TNI, menemukan cadangan emas dan cadangan mineral-mineral yang sangat besar," kata Prabowo saat acara peluncuran B50 di hadapan sejumlah pejabat negara dan perwakilan dari dunia usaha.

BACA JUGA: Update Harga Emas Hari Ini 9 Juli 2026 di Pegadaian, Turun Semua

Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh kalangan untuk membangun rasa optimisme yang sama terhadap masa depan Indonesia.

"Masa depan kita sangat baik, sangat cerah. Tinggal kita sekarang merintis terus, meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu kita. Menjaga bangsa kita, menjaga Republik kita, menjaga kebaikan, mengurangi ketidakbaikan. Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan, harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol (judi online)," ujar Presiden.

BACA JUGA: Reuni Akbar FEM IPB Satukan Ribuan Alumni Lintas Generasi, Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam acara yang sama, tidak hanya temuan cadangan emas dan mineral baru, Presiden juga mengungkap cadangan batu bara Indonesia yang masih banyak jumlahnya. Presiden juga menyebut adanya ladang-ladang gas alam baru di Blok Andaman, lepas pantai Aceh. Kemudian cadangan gas melimpah di Masela, Maluku Barat Daya.

"Kita masih punya ladang (gas) yang sangat besar di Masela, Maluku Barat Daya, di Natuna, di Kalimantan. Kita juga ketemukan baru saja ladang-ladang besar, dan baru kita ketahui bahwa kita punya CNG. Kalau LPG kita masih impor. CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak," ujar Presiden.

Presiden melanjutkan saat ini Jawa Tengah sudah mulai memakai CNG atau gas alam terkompresi sebagai alternatif dari LPG. Harapannya, Presiden menyampaikan CNG juga dapat digunakan secara luas di daerah-daerah lainnya.

"CNG ada di seluruh Indonesia, dan juga sekarang diketemukan teknologi untuk membuat gas dari batu bara yang sangat dalam di bawah tanah, yang belum termanfaatkan. Saudara-saudara, di tengah krisis dunia, Indonesia ternyata punya kekuatan," kata Prabowo.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Ketahanan Pangan, Makassar Tetapkan 169 Hektare Lahan Pertanian Berkelanjutan
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Menteri PU Batal ke US Usai Dokumen Dinasnya Bocor
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tekuk Maroko 2-0, Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Nonton Film Moana 2026
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
for Revenge Dirumorkan Garap Soundtrack Film Spider-Man: Brand New Day
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.