Mainan Miniatur Kendaraan Kayu dan Upaya Menjaga Bumi...

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah dorongan menuju ekonomi hijau, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pemanfaatan limbah dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang.

Salah satunya adalah kerajinan miniatur kendaraan berbahan limbah kayu yang tidak hanya mengurangi sisa produksi industri, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

Dengan penguatan akses pasar, inovasi, dan dukungan ekosistem, usaha seperti ini dinilai berpotensi naik kelas sekaligus menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat UMKM.

Di bawah rindangnya pepohonan di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, berdiri sebuah lapak sederhana bertuliskan "UD Senang Anak" dengan papan nama yang mulai kusam dimakan usia.

Baca juga: Lapak Terakhir Mainan Kayu Kalibata, Bertahan karena Nilai Seni Tak Tergantikan

Lapak semi permanen itu dipenuhi deretan miniatur truk, bus, hingga mobil bak berbahan kayu yang disusun rapi di rak-rak kayu bertingkat.

Hampir seluruh mainan dibungkus plastik bening agar terhindar dari debu kendaraan yang lalu lalang di jalan raya tepat di depan toko.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, menilai usaha kerajinan miniatur kayu berbasis limbah industri merupakan contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat UMKM.

Menurut dia, limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi justru dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah tinggi.

"Usaha kerajinan miniatur kayu berbasis limbah industri merupakan contoh konkret ekonomi sirkular di level UMKM," kata Rizal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, nilai ekonominya muncul karena limbah yang sebelumnya dianggap tidak produktif dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Di sisi lain, manfaat lingkungannya terlihat dari berkurangnya sampah produksi dan meningkatnya efisiensi pemanfaatan bahan baku.

"Model seperti ini penting karena UMKM tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga ikut membangun praktik produksi yang lebih berkelanjutan," ujar dia.

Rizal mengatakan, daya saing perajin lokal seperti di Kalibata tidak dapat diukur dari kemampuan bersaing harga dengan produk pabrikan maupun barang impor murah.

Sebaliknya, keunggulan mereka justru berada pada detail pengerjaan, desain yang unik, sentuhan buatan tangan, hingga cerita lokal yang melekat pada setiap produk.

"Karena itu, strategi yang tepat bukan masuk ke perang harga, melainkan memperkuat diferensiasi, kualitas, branding, dan akses pasar digital agar produk lokal bisa naik kelas," ucap Rizal.

Baca juga: Lapak Mainan Kayu Kalibata Menjaga Kenangan Masa Kecil

Namun, menurut dia, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi agar usaha kerajinan seperti ini dapat bertahan dalam jangka panjang.

"Tantangan paling menentukan adalah akses pasar dan regenerasi pengrajin. Kalau pasar tidak berkembang, usaha sulit menciptakan pendapatan yang cukup menarik bagi generasi muda untuk masuk. Namun, tanpa regenerasi, keterampilan produksi juga akan hilang secara perlahan," jelas dia.

Karena itu, keberlanjutan usaha kerajinan membutuhkan kombinasi antara kepastian pasar, pasokan bahan baku, inovasi desain, serta transfer keterampilan kepada generasi berikutnya.

Rizal juga menilai pemerintah perlu membangun ekosistem yang menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku hingga perluasan pasar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Pemerintah perlu membangun ekosistem dari hulu sampai hilir, bukan hanya memberi bantuan alat atau pelatihan sesaat. Industri penghasil limbah kayu perlu dihubungkan dengan UMKM, akses pembiayaan diperluas, pelatihan desain dan pemasaran digital diperkuat, serta kanal promosi melalui e-commerce, pameran, dan pasar ekspor dibuka lebih serius," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Ini, Dokter Tifa Bakal Lawan Dakwaan JPU di Sidang Ijazah Jokowi
• 20 jam laluokezone.com
thumb
RI Teken Kerja Sama di Sektor Mineral Kritis hingga Industri Kapal dengan Rusia
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina dan Boeing Jajaki Peluang Pengembangan Ekosistem SAF Indonesia 
• 18 jam lalukompas.com
thumb
FBI Selidiki Dugaan Pencucian Uang di Federasi Sepak Bola Argentina
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Digelar 14-15 Agustus, Gaia Music Festival Hadirkan RAN hingga GIGI Jazz Project
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.