VIVA – Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil, menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor perkebunan nasional melalui peningkatan kualitas produk dan perbaikan tata kelola agar mampu bersaing di pasar global.
Menurut Ali, pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai pelaku utama dalam rantai perdagangan global dengan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk, pelatihan ekspor, penyediaan market intelligence, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri.
"Kita harus mulai menjadi pelaku utama dalam rantai perdagangan global. Pemerintah siap memberikan pendampingan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pelatihan ekspor, market intelligence, hingga membantu mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Juli 2026.
Ia mengatakan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait penanganan pascapanen, penyimpanan, pengemasan, distribusi, serta tata kelola rantai pasok. Menurutnya, perbaikan pada aspek tersebut akan meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar internasional.
Ali juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia untuk mengembangkan berbagai komoditas perkebunan unggulan, termasuk kelapa sawit, kopi, kakao, kelapa, dan tembakau.
Menurutnya, komoditas tembakau juga memiliki peran strategis karena menjadi salah satu sumber penghidupan petani di berbagai daerah serta bagian dari ekosistem perkebunan nasional yang berkontribusi terhadap perekonomian.
"Kita memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia," kata Ali.





