Menhut Raja Juli Berkomitnen Bangun Sistem Merit, Promosi Jabatan Berdasarkan Kompetensi

jpnn.com
1 minggu lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku berkomitmen membangun sistem merit di instansi yang dipimpinnya sebagai fondasi reformasi birokrasi.

Hal demikian dikatakan Raja Juli saat melantik pejabat manajerial dan nonmanajerial serta mengambil sumpah ASN di area kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (8/7).

BACA JUGA: Amnesty: Pengerahan Tentara di Kasus Jampidsus Ciderai Supremasi Sipil

"Saya sedang terus berusaha semaksimal mungkin, untuk membangun sistem merit, meritokrasi di kementerian ini," kata dia seperti dikutip Kamis (9/7).

Raja Juli melanjutkan promosi dan pengembangan karier ASN harus didasarkan pada kapasitas, kompetensi, dan kinerja, bukan kedekatan maupun latar belakang tertentu.

BACA JUGA: Nasir Djamil DPR Sebut Pengawalan TNI di Rumah Jampidsus Sudah Punya Dasar Hukum

"Berusaha untuk membuat talent pool yang objektif, yang didasarkan kepada merit-based, didasarkan kepada kapasitas seseorang, kinerja seseorang, bukan latar belakang suku, agama, atau dia dari mana," ujar Menhut Raja Antoni.

Menurut Menhut, reformasi birokrasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur organisasi, tetapi ke arah perubahan budaya kerja. 

BACA JUGA: Hakim Ungkap Peran Ririn Rifanto yang Divonis Mati atas Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu

Dia menyebut proses tersebut tidak selalu berjalan mudah dan berpotensi menimbulkan gejolak ke depan.

“Mari terus bekerja menata kementerian agar semakin baik, menjaga kelestarian hutan, pembangunan tetap berjalan, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ujar eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu.

Menhut pun mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pembelajaran baik formal maupun nonformal.

Dia menyampaikan bahwa Kemenhut akan terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia, termasuk membuka peluang pendidikan dan beasiswa guna menyiapkan generasi pemimpin kehutanan di masa depan. 

“Jangan pernah berhenti belajar. Belajar bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga dari pimpinan, rekan kerja, maupun bawahan. Saya sendiri sebagai menteri tidak pernah berhenti belajar agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan pemahaman yang utuh,” katanya.(ast/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gadis Di Bawah Umur Jadi Korban Rudapaksa di Bangkalan, Korban Diancam dengan Celurit
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kenapa Orang Tua Harus Mau Mendengarkan Anak? Ini Penjelasannya-Tips Parenting
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
The Odyssey Melesat di Indonesia, Siap Lewati 500 Ribu Penonton Hari Ini
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Borneo FC umumkan kedatangan empat pemain asing anyar
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.