Jakarta, tvOnenews.com - Peneliti, institusi, startup, inovator hingga organisasi Indonesia berkesempatan mendapatkan mentoring di bidang kesehatan ke level globarl.
Melalui 'Go Healthy with Taiwan 2026'. Indonesia bersama beberapa negara lainnya berkesempatan mendapatkan mentoring dari program 'Top 20 Mentorship Program'.
Program ini menjadi salah satu daya tarik utama setelah penyelenggaraan perdana Go Healthy with Taiwan sukses besar pada tahun sebelumnya.
Saat itu, panitia berhasil menerima 638 proposal dari 55 negara, jauh melampaui target awal sebanyak 100 proposal.
Setelah diluncurkan secara global melalui konferensi pers di Taiwan pada 27 Mei lalu, Go Healthy with Taiwan 2026 kini mengundang para inovator dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan solusi kesehatan dan wellness dengan memanfaatkan produk, teknologi, maupun model bisnis asal Taiwan.
Kampanye yang diselenggarakan oleh International Trade Administration (TITA), Ministry of Economic Affairs Taiwan, dan diimplementasikan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) tersebut mengusung tema "Designing Healthier Futures Together".
Melalui tema tersebut, peserta didorong menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan berbagai keunggulan Taiwan di bidang smart healthcare, alat kesehatan, teknologi olahraga dan kebugaran, healthy ageing, hingga wellness untuk diterapkan di lingkungan masyarakat, institusi, tempat kerja, maupun kawasan perkotaan.
Berbeda dengan edisi sebelumnya, tahun ini seluruh finalis yang masuk dalam jajaran 20 besar akan mendapatkan pendampingan langsung dari para pakar industri melalui Top 20 Mentorship Program.
Program tersebut bertujuan membantu peserta menyempurnakan model bisnis, memvalidasi potensi pasar, mempercepat proses komersialisasi, sekaligus memperluas peluang kolaborasi internasional.
Dampak nyata dari program ini juga telah terlihat dari penyelenggaraan sebelumnya. Di Ukraina, tim pemenang berhasil mengimplementasikan peralatan medis asal Taiwan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Seluruh dana hadiah yang diterima bahkan diinvestasikan kembali untuk memperluas pengadaan alat kesehatan dan memberikan donasi kepada rumah sakit.
Kesuksesan serupa juga datang dari Swiss. Perusahaan Perovskia menjalin kolaborasi dengan Everlight Chemical dari Taiwan yang menghasilkan riset ilmiah hingga dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Nature. Produksi percontohan hasil kerja sama tersebut dijadwalkan dimulai pada 2026.
Sementara di Amerika Serikat, Ideas Lab bekerja sama dengan Taiwan Institute of Sports Science (TISS) mengembangkan teknologi analisis gerak berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut membuka akses yang lebih luas terhadap pelatihan olahraga dengan standar profesional.




