VIVA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membawa kabar kurang sedap jelang bergulirnya Piala AFF 2026. Skuad Garuda dipastikan pincang dari pilar-pilar penting setelah para pemain diaspora yang merumput di Eropa hampir dipastikan absen dalam turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Keputusan pahit ini terpaksa diambil lantaran Piala AFF 2026 tidak masuk dalam kalender resmi FIFA Matchday. Alhasil, klub-klub benua biru memiliki hak penuh untuk menolak melepaskan pemain mereka ke tim nasional.
Menyikapi situasi tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa Timnas Indonesia akan mengoptimalkan talenta-talenta terbaik dari kompetisi domestik. PSSI bersama operator kompetisi pun sudah bergerak cepat dengan mengundurkan jadwal liga ke bulan September agar persiapan tim nasional tidak terganggu.
"Yang saya tahu bahwa liga sudah memundurkan jadwalnya jadi September, jadi tidak ada alasan klub-klub yang ada di Indonesia menolak pemanggilan Timnas. Jadi kita sudah undurin, dan sudah ada kesepakatan bahwa liga dan tim nasional jalan berkesinambungan," ujar Erick Thohir saat memberikan keterangan di Yogyakarta, Kamis 9 Juli 2026.
Dengan komitmen ini, Erick memberikan keleluasaan penuh kepada juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman, untuk meramu skuad terbaik yang berbasis di Liga Indonesia. "Nah artinya, semua pemain yang ada di Liga Indonesia pasti kita akan cari yang terbaik, Coach John-lah yang milih," tambahnya.
Absennya regulasi FIFA ini praktis membuat nama-nama beken seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Marselino Ferdinan, Ole Romeny, hingga penjaga gawang Maarten Paes sulit untuk unjuk gigi di Piala AFF kali ini. Nasib mereka kini bergantung penuh pada mukjizat berupa izin khusus dari pihak klub masing-masing.
Meski peluangnya tipis, Erick Thohir tidak menutup mata sepenuhnya jika ada satu atau dua pemain diaspora yang akhirnya mendapatkan lampu hijau dari klub Eropa untuk menyusul ke skuad asuhan John Herdman.
"Untuk yang di Eropa memang dengan kondisi bukan FIFA Matchday, mereka tidak bisa bergabung. Makanya nanti ada FIFA ASEAN di bulan September-Oktober yang di bawah FIFA Matchday, mungkin itu nanti bisa menjadi bagian mereka bergabung. Tetapi mungkin satu-dua pemain ya kalau memang diizinkan oleh klubnya bisa saja," pungkas Erick.





