REPUBLIKA.CO.ID, BANGLI, – Komisi VII DPR RI mendorong penguatan konsep storytelling atau penyampaian pesan melalui cerita serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing desa wisata di Indonesia. Dorongan ini mengemuka dalam kunjungan kerja ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, pada Kamis (9/7).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Hj. Chusnunia Chalim, menegaskan bahwa sebuah desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya. Menurutnya, destinasi harus mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.
Ia menilai Desa Penglipuran telah memiliki daya tarik kuat melalui lingkungan yang asri, budaya yang terjaga, serta tata kelola berbasis masyarakat. "Ke depan, pengembangan destinasi perlu diimbangi dengan inovasi agar mampu mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Chusnunia juga meminta Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta kementerian terkait untuk terus memperkuat pendampingan kepada desa wisata. Pendampingan ini mencakup pengembangan ekonomi kreatif, promosi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia berharap sinergi tersebut mampu melahirkan lebih banyak desa wisata yang berdaya saing, memberikan pengalaman wisata berkualitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya.
Perkuat Promosi dan Produk Khas
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel J.D. Wattimena, menyoroti aspek promosi Desa Wisata Penglipuran yang dinilai masih dapat diperkuat. Ia mengusulkan penyediaan informasi yang lebih lengkap bagi wisatawan, seperti flyer yang berisi sejarah, tradisi, serta aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di desa.
Samuel juga mendorong pengembangan produk ekonomi kreatif yang lebih khas. Ia berharap cendera mata yang dijual tidak hanya sekadar bertuliskan nama Penglipuran, tetapi memiliki cerita dan identitas budaya yang menjadi daya tarik tersendiri.
Menurutnya, konsep storytelling menjadi salah satu kekuatan yang harus dikembangkan. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman dan cerita yang dapat dibagikan kepada orang lain. "Kekayaan tradisi dan local wisdom merupakan keunggulan Indonesia yang sulit ditandingi negara lain sehingga harus menjadi nilai jual utama sektor pariwisata," tambahnya.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI lainnya mendorong agar konsep serupa dikembangkan di desa wisata lain dengan tetap mengedepankan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.