Pakar UNG kembangkan model NIAR guna tekan risiko depresi mahasiswa

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Gorontalo (ANTARA) - Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil menambah jumlah dosen bergelar doktor antara lain Dr Yuniar dengan penelitian doktoral yang berhasil mengembangkan Model NIAR untuk menekan risiko depresi di kalangan mahasiswa.

Yuniar berhasil mengembangkan sebuah pendekatan inovatif yang dirancang untuk menekan risiko depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa.

Yuniar di Gorontalo, Kamis, mengatakan model tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental mahasiswa, yang membutuhkan penanganan secara komprehensif, preventif, dan berkelanjutan.

Model NIAR mengintegrasikan empat strategi utama, yakni Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, dan Resilience.

Keempat komponen tersebut dirancang untuk memperkuat peran dosen, khususnya Dosen Penasihat Akademik, dalam mendampingi mahasiswa secara lebih humanis dan responsif terhadap persoalan psikologis yang dihadapi.

Baca juga: Rektor sebut mahasiswa perlu dibekali ketahanan terhadap stres

Melalui pendekatan tersebut Dosen Penasihat Akademik tidak lagi hanya berperan dalam memberikan bimbingan akademik atau memantau capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa.

Pendampingan dilakukan dengan membangun hubungan yang suportif, mengenali sejak dini tanda-tanda munculnya ide bunuh diri.

Kemudian membantu mahasiswa mengembangkan mekanisme coping yang adaptif serta memperkuat resiliensi agar mampu menghadapi berbagai tekanan selama menjalani pendidikan.

Rektor UNG Profesor Eduart Wolok mengapresiasi keberhasilan Dr Yuniar menyelesaikan pendidikan doktoral.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen dosen UNG dalam meningkatkan kompetensi akademik, sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa teliti pengaruh terapi tertawa kurangi stres

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik bagi Dr Yuniar, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas keilmuan Program Studi Keperawatan UNG, khususnya pada bidang keperawatan jiwa.

"Lebih dari itu, disertasi yang dihasilkannya menawarkan sebuah inovasi yang relevan dengan tantangan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi,” kata Prof Eduart Wolok.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNG untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di Program Studi Keperawatan UNG, rektor mengaku optimistis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas penelitian, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan.

Baca juga: UNG dan Universitas Colorado Boulder kerja sama penelitian sains


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Brimob Apel Depan Ditreskrimsus Polda Metro, Kortastipidkor Beri Pengarahan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Chery Percepat Pengembangan Baterai Solid-State, Ajukan Paten Teknologi Baru
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia Dorong Kompensasi yang Adil bagi Karya Jurnalistik di Era Digital dan AI
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Samsung Produksi Massal SSD PCIe 6.0 PM1763 untuk Topang Infrastruktur AI
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kurangi Sampah Organik, Menko Pangan Kenalkan Teknologi Lahsamor Buatan BRIN
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.