Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan posisi partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai partai penyeimbang. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun meminta PDIP menjelaskan lebih detail mengenai definisi partai penyeimbang tersebut.
"Mungkin yang perlu diperjelas adalah kekuatan penyeimbang terhadap siapa? Dan apa bentuk nyata tindakan konkret sebagai kekuatan penyeimbang?" ujar Waketum DPP PSI, Andy Budiman, kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Menurut Andy, penjelasan itu diperlukan agar rakyat tidak dilanda kebingungan mengenai arah sikap dan posisi PDIP. "Ini perlu agar rakyat tidak bingung dengan istilah kekuatan penyeimbang," sambungnya.
Meski begitu, Andy menegaskan PSI menghormati sikap politik PDIP. Sebab, pilihan PDIP sebagai partai penyeimbang merupakan hak sepenuhnya dalam berdemokrasi.
"Ibu Mega sebagai tokoh politik senior tentu punya pertimbangan tersendiri," kata Andy.
(isa/idn)





