BNPB Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan, Api Tersembunyi di Kedalaman Gunungan Sampah

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap alasan utama kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, membutuhkan waktu hingga 10 hari untuk dipadamkan. Meski kini api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya, proses penanganannya menghadapi tantangan besar karena titik api berada jauh di dalam timbunan sampah.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran pada umumnya. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar ke lapisan sampah yang berada beberapa meter di bawah permukaan sehingga sulit dijangkau.

Baca Juga :
Usai 10 Hari, Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang Akhirnya Padam
Gandeng BNPB, United Tractors Perkuat Mitigasi Desa Binaan Hadapi Bencana

"Apinya ada di kedalaman sampah yang dalamnya beberapa meter, jadi pemadaman di samping dari atas, juga harus diguyur dari darat atau pompa air dimasukkan ke kedalaman tersebut," kata Suharyanto kepada wartawan, Jumat, 10 Juli 2026.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan metode khusus. Selain penyiraman dari udara, petugas juga harus mengalirkan air langsung ke lapisan bawah tumpukan sampah menggunakan pompa agar bara api yang tersembunyi benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Api Membara Selama 10 Hari

Kebakaran di TPA Jatiwaringin pertama kali dilaporkan terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman secara intensif hingga akhirnya api dinyatakan padam sepenuhnya pada Kamis malam, 9 Juli 2026.

Menurut Suharyanto, salah satu opsi yang sempat dipertimbangkan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC). Namun, langkah tersebut tidak dapat dilakukan karena kondisi atmosfer saat itu tidak mendukung.

BNPB tidak menemukan keberadaan awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan operasi tersebut sehingga pemadaman hanya mengandalkan upaya darat dan udara.

"Sementara OMC tidak dapat dilakukan karena tidak terdapat awan hujan," ujarnya.

Meski demikian, hasil pemantauan terkini menunjukkan tidak ada lagi titik panas yang terdeteksi di kawasan TPA Jatiwaringin.

Area Terdampak Berhasil Dipadamkan 100 Persen

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan keberhasilan memadamkan kebakaran merupakan hasil kerja sama tim gabungan yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian.

Baca Juga :
Dijuluki 'Gunung Sampah yang Terbakar', Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Sorotan Media Asing
Ketua DPD Minta Program Waste to Energy Dipercepat Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Terkendali, 8 dari 12 Titik Api Berhasil Dipadamkan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Salurkan Ribuan Seragam Sekolah, Secercah Asa Jelang Tahun Ajaran Baru
• 24 menit laluviva.co.id
thumb
Iran Pastikan 50 Persen Pelayaran di Selat Hormuz Pulih
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkuat Lini Belakang Arema FC Datangkan Bek Eks FC Porto
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Kejati Jateng Monitoring Program MBG, Polda Sebut Personel Pengelola SPPG Akan Kooperatif
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
BBM Biosolar B50 Resmi Diluncurkan, Sudah Tersedia di SPBU Wilayah Ini
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.