Rachmat Gobel Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koperasi sekaligus Sekjen Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Chairman Panasonic Gobel sekaligus anggota DPR, Rachmat Gobel.

Usai takziah ke rumah duka, Ferry mengatakan Rachmat Gobel akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Dia juga menyebut rencana persemayaman di Gedung DPR tidak jadi dilaksanakan.

"[Dimakamkan di] Taman Makam Pahlawan Kalibata setelah salat Jumat," ujar Ferry di rumah duka, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Ferry mengenang sosok Rachmat Gobel sebagai pribadi yang menepati janji. Beberapa hari sebelum meninggal dunia, kata Ferry, Rachmat Gobel baru saja menyalurkan bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk pembelian gedung Syarikat Islam di Jalan Dr. Saharjo, Jakarta.

“Baru beberapa hari yang lalu, Pak Rachmat Gobel itu memberikan bantuan berupa uang tunai sekitar Rp 1 miliar untuk membantu kami membeli gedung Syarikat Islam di Jalan Dr. Saharjo ini. Dan itu seperti menjadi apa namanya, almarhum memberikan, menunaikan janji,” kata

Ferry menjelaskan, Rachmat Gobel memiliki kedekatan dengan Syarikat Islam karena memiliki latar belakang di organisasi tersebut. Sehingga bantuan yang diberikan memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar Syarikat Islam.

Dia menilai bantuan tersebut menjadi bentuk komitmen yang ditunaikan almarhum sebelum wafat. Ferry berharap amal tersebut menjadi ladang pahala bagi Rachmat Gobel.

Di tempat yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli juga menyampaikan duka cita. Yassierli mengaku punya hubungan yang baik dengan Rachmat, sebab almarhum merupakan pengusaha yang baik khususnya terkait dengan hubungan industrial di perusahaan.

Dia bahkan sudah berkali-kali mengunjungi perusahaan milik Rachmat. “Di mana salah satu perusahaan beliau, Panasonic Gobel, itu kita sudah jadikan sebagai salah satu referensi dalam mengelola hubungan industrial harmonis, hubungan industrial Pancasila,” kata Yassierli.

Sementara itu eks Mendag Enggartiasto Lukita juga mengenang kepergian Rachmat yang merupakan pendahulunya di Kementerian Perdagangan.

“Almarhum dikenal sebagai orang yang humble, baik, dan bahkan dalam candaannya di dunia politik dia dianggap terlalu baik karena sangat santun dan sangat akomodatif,” kata Enggar.

Menurut Enggar, Rachmat memiliki kemampuan adaptasi yang baik dalam pekerjaan, termasuk saat memasuki dunia politik. Bahkan Enggar menyebut Rachmat juga yang membawanya ke perpolitikan Indonesia.

“Kami sudah berkawan sejak sama-sama menjadi pengusaha. Jadi beliau sering menyampaikan hal itu, tapi saya juga membalas bahwa beliau pun akhirnya menikmati peran tersebut,” ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Peneliti Masuk Nominasi Ilmuwan Muda Terbaik 2026 Berkat Olahan Kemiri dan Tempe
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Komnas Anak Ingatkan Ruben Onsu dan Sarwendah Jangan Egois, Segera Selesaikan Konflik Hak Asuh Anak
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejagung Akan Terapkan TPPU di Kasus Chromebook Dinilai Berbasis Bukti
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Fitri Salhuteru Bicara soal Rekaman Suara Nikita Mirzani yang Viral, Singgung Dugaan Suap Hakim Rp 4 Miliar
• 46 menit lalugrid.id
thumb
Harga Pangan Hari Ini, Jumat 10 Juli: Harga Gula & Bawang Putih Kompak Naik
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.