Pada 8 Juli 2026, banjir di sebagian desa dan kota kecil di Guangxi mulai surut. Sejumlah warga mulai kembali ke rumah mereka, namun yang mereka lihat hanyalah puing-puing dan kehancuran. Banyak warga tak kuasa menahan air mata dan berkata, “Sangat tragis, tidak ada yang tersisa. Rasanya hanya ingin menangis saja.”
EtIndonesia.com Pada 6 Juli 2026, Bendungan Liulan (Liulan Reservoir) di Kota Hengzhou, Guangxi, dilaporkan jebol sehingga air bah mengalir deras dan menyebabkan desa Liulan serta Kota Yunbiao di hilir mengalami kerusakan parah. Setelah beberapa hari, air di sebagian wilayah mulai surut sehingga warga dapat kembali melihat kondisi rumah mereka.
Seorang pria merekam keadaan kota setelah banjir. Dalam video tersebut terlihat jalan-jalan dipenuhi lumpur tebal dan berbagai puing berserakan di mana-mana.
Ia mengatakan: “Semuanya hancur berantakan. Syukurlah istri dan anak-anak saya selamat.”
Ia juga menambahkan bahwa puskesmas dan rumah sakit di kota tersebut roboh.
廣西洪水災區災情慘烈,村民返回家園,只剩下滿地泥漿,一片狼籍,唉⋯⋯ pic.twitter.com/4RYK86vLiV
— ying tang (@yingtan04410735) July 9, 2026“Tidak ada satu rumah pun yang luput. Semuanya tinggal puing-puing.”
Video lain memperlihatkan seluruh pertokoan di lantai dasar terendam banjir, sementara barang dagangan di banyak toko hanyut terbawa arus.
7月8日,洪水过后的广西横州市六藍村及云表镇。 pic.twitter.com/qE5AbbqYrQ
— ying tang (@yingtan04410735) July 9, 2026Menurut laporan Nanfang Metropolis Daily, Desa Liulan yang berada tepat di bawah bendungan mengalami kerusakan paling parah. Sedikitnya setengah dari rumah-rumah di desa tersebut hancur diterjang banjir.
广西水灾退了后的现場一片狼藉⋯⋯ pic.twitter.com/SUNoYr4wZC
— ying tang (@yingtan04410735) July 9, 2026Sepasang suami istri mengatakan : “Rumah kami sekarang benar-benar tidak memiliki apa-apa lagi. Yang tersisa hanya rangka bangunannya. Pintu dan jendela hilang, bahkan satu kursi pun tidak tersisa. Semua pakaian dan barang-barang hanyut.”
Mereka mengatakan bahwa ketika bendungan jebol, air datang terlalu cepat sehingga mereka tidak sempat melarikan diri. Lebih dari 40 orang akhirnya terjebak di lantai dua rumah mereka.
横州云表镇,洪水退後,劫后余生的人们回到家,看到的是一片狼籍。 pic.twitter.com/tQjXDt2aAq
— ying tang (@yingtan04410735) July 9, 2026Saat menceritakan kondisi rumahnya, sang suami tampak berkaca-kaca.
“Saya sudah menangis tiga kali.”
Setelah mengatakan itu, ia hanya melambaikan tangan dan tidak ingin melanjutkan pembicaraan.
广西洪灾劫后的六蓝村,当地村民们怎么样了?村民說著就掉淚了⋯⋯ pic.twitter.com/pmOBXIZ1Xr
— ying tang (@yingtan04410735) July 9, 2026Istrinya berkata : “Kami hanya bisa melihat air menerjang turun. Kami sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Kami hanya bisa berdiri di atap rumah menyaksikan semuanya hanyut. Sekarang rumah kami tidak memiliki apa-apa lagi.”
Ada pula warga yang kehilangan anggota keluarganya akibat banjir, dan hingga kini jasad mereka belum ditemukan.
Seorang pria mengatakan bahwa neneknya hanyut terbawa arus saat berada di rumah.
“Kami mencarinya lama sekali tetapi tidak menemukannya. Nenek hanyut dari rumah. Kami tidak menyangka airnya akan sedahsyat itu.”
Seorang warga perempuan mengatakan bahwa setelah bendungan jebol, air mengalir deras seperti lautan.
“Saya lahir dan besar di sini, tetapi belum pernah melihat banjir sebesar ini.”
Menurutnya, hanya dalam waktu sekitar 10 menit, seluruh desa mereka sudah terendam banjir. Tidak ada waktu untuk melakukan evakuasi. Lansia dan anak-anak hanya bisa berlindung di lantai dua, lantai tiga, atau di atas atap rumah.
Ia melanjutkan: “Banyak orang sangat menderita. Ada rumah yang roboh sehingga orang-orang di dalamnya tidak bisa diselamatkan. Ada juga yang kemungkinan hanyut terbawa arus. Ketika beberapa orang kembali dan melihat rumah mereka sudah hilang, mereka langsung terduduk dan menangis. Sangat menyedihkan, rasanya ingin menangis. Ada juga yang sampai sekarang belum menemukan anggota keluarganya. Melihat mereka saja membuat saya ikut menangis.”
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian warga melarikan diri ke perbukitan di sekitar desa. Mereka masih memiliki air minum, tetapi tidak memiliki makanan dan bertahan seperti itu selama sehari.
Banyak video yang beredar di internet memperlihatkan kondisi pasca banjir. Rumah-rumah roboh di mana-mana, sementara perabotan, peralatan elektronik, pakaian, dan selimut terendam lumpur. Banyak kendaraan yang terendam banjir ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.
Hingga saat ini, banjir di wilayah Hengzhou, Guigang, dan daerah lain di Guangxi belum sepenuhnya surut. Masih banyak warga yang terjebak dan menunggu pertolongan serta sangat membutuhkan air bersih, makanan, dan bantuan lainnya.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa upaya penyelamatan dari pihak berwenang dinilai berlangsung lambat, sehingga banyak warga terpaksa menyelamatkan diri sendiri dan terus mengunggah permintaan bantuan melalui internet.
Dilaporkan oleh Luo Tingting/ Wen Hui





