Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan ribuan stan kosong di pasar dan Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang ada di Kota Pahlawan, untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) serta pedagang pasar tumpah yang terdampak penertiban.
Vykka Anggradevi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya mengatakan, fasilitas itu agar penataan kota tetap berjalan, tapi sumber penghidupan pedagang tidak dimatikan.
Nantinya, pedagang yang ditertibkan akan difasilitasi masuk ke stan kosong yang disediakan PD Pasar Surya maupun SWK. Selain itu, stan yang disediakan tidak akan dikenakan biaya sewa alias gratis.
“Jadi di sini enggak hanya PKL ya, tapi juga ada di situ ada pedagang pasar tumpah, (kami) menawarkan solusi kepada mereka. Setelah ditertibkan mereka akan ditempatkan atau difasilitasi pemerintah kota untuk menempati stan kosong yang disediakan PD Pasar. Ini kami fasilitasi tidak berbayar. Jadi Gratis mohon nggih. Jadi monggo teman-teman pedagang, pedagang pasar tumpah itu bisa menikmati fasilitas itu tanpa berbayar,” kata Vykka saat on air di program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (10/7/2026).
Satpol PP Kota Surabaya saat menertibkan rombong PKL di kaki Jembatan Suramadu. Foto: Diskominfo Kota SurabayaJika nantinya ditemui ada pedagang yang dimintai untuk membayar stan oleh oknum tak bertanggung jawab, ia mempersilakan agar melapor supaya ditindak tegas.
“Kami persilakan melapor ke kami, ataupun hotline Pak Wali Kota ya, di sini pasti akan kami tidak tegas. Karena memang pada prinsipnya kami memfasilitasi melakukan penataan itu, kita ya tidak hanya menertibkan, harus ada solutif ya,” ucapnya.
Menurutnya, banyak pedagang merupakan tulang punggung ekonomi keluarga, sehingga penataan pun harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan penghasilan mereka.
Lebih rinci, Vykka membeberkan saat ini ada sekitar 2.700 stan pasar kosong di bawah PD Pasar Surya. Selain itu, ada sekitar 570 stan di SWK yang juga bisa dimanfaatkan oleh PKL, maupun pedagang pasar tumpah yang kena penertiban.
“Jadi untuk PD Pasar sendiri ada sekitar 2.700 di Kota Surabaya stan pasar kosongnya. Kemudian yang SWK itu ada sekitar 500-an 570 sekian lah yang bisa dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima maupun pedagang pasar tumpah. Iya, dan sekali lagi stan-stan ini ini semuanya gratis ya. Gratis, tidak berbayar,” jelasnya.
Tapi, meski stan disediakan gratis, Pemkot tetap menyiapkan aturan pemanfaatan. Pedagang yang sudah mendapatkan stan harus benar-benar berjualan. Jika stan tidak digunakan, atau justru diperjualbelikan, maka haknya bisa dicabut.
Vykka menyebut, aturan itu diperlukan agar stan kosong benar-benar dipakai oleh pedagang yang membutuhkan tempat usaha resmi.
“Jadi memang yang dia memiliki stan di sana tapi sehari-harinya tidak berjualan, sesuai perjanjian memang harus dicabut, karena ada pedagang pasar tumpah yang berjualan di luar kan harus kita fasilitasi supaya bisa masuk ke dalam,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Agus Priyo Akhirono Direktur Utama PD Pasar Surya membenarkan bahwa sekitar 2.700 stan kosong tersebut tersebar di seluruh pasar di Surabaya.
Namun, ia mengakui pemindahan tidak selalu mudah karena sebagian pedagang ingin tetap berjualan dekat lokasi lama agar tidak kehilangan pelanggan. “Jadi yang biasa di dekat pasar daerah Utara kan inginnya di daerah Utara, sedangkan di daerah Utara ketersediaannya hanya sekian,” ucapnya.
Meski stan tidak ditarik biaya sewa, Agus menjelaskan ada biaya retribusi untuk kebersihan yang tetap harus dibayarkan oleh pedangan. Totalnya Rp53 ribu per bulan.
“Saat masuk ke PD Pasar ada biaya kebersihan. Hanya kebersihan. Satu bulan satu stan hanya Rp50.000, plus Rp3.000 untuk tata usaha. Jadi Rp53.000 per bulan,” jelasnya.
Untuk membantu pedagang beradaptasi di lokasi baru, PD Pasar Surya juga menyiapkan strategi promosi, salah satunya melalui media sosial. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengenalkan titik-titik baru tempat pedagang berjualan kepada masyarakat.
“Nanti kami dari PD Pasar akan mencoba untuk mengembangkan dari sisi sosial medianya, bahwasanya di tempat ini bisa menerima ini, bisa menerima itu ya,” ucapnya.
Ke depan, PD Pasar Surya juga menyiapkan pengembangan pasar tematik, terutama untuk sektor kuliner. Pasar Tunjungan disebut sebagai salah satu pasar yang sedang berkembang, sementara Pasar Blauran direncanakan mendapat sentuhan revitalisasi.
Adapun salah satu contoh revitalisasi yang sudah berjalan yakni Pasar Tembok Dukuh, yang ditata ulang bersama Pemkot Surabaya.
“Untuk di pasar Tembok Duku dibantu teman-teman pemerintah kota dan perhatian langsung dari Bapak (Eri Cahyadi) Wali Kota adalah membangun ulang pasar. Kita me-relay out semuanya yang awalnya ada potong unggas. Alhamdulillah sosialisasi dengan teman-teman pedagang, Satpol PP dan pedagang bisa diterima untuk perubahan jenis jualan,” ujarnya. (bil/ipg)




