Ada fase dalam hidup ketika emosi terasa terlalu penuh. Di titik itu, buku sering jadi cara sederhana untuk menemukan ruang pulang sekaligus memahami apa yang sebenarnya sedang kita rasakan. Melalui cerita, kita bisa melihat refleksi diri sendiri, memahami luka yang selama ini tak terucap, sekaligus menemukan cara baru untuk bertahan.
Melalui berbagai kisah dari novel-novel tentang kesehatan mental ini, kita akan diajak menyelami berbagai sisi kompleks perempuan, mulai dari tekanan sosial, trauma, hingga pencarian makna hidup. Yuk, siapkan tempat ternyaman dan mari kita bedah satu per satu buku yang bisa menjadi teman dalam perjalanan emosional kita kali ini!
1. The Vegetarian – Han KangThe Vegetarian, rekomendasi novel kesehatan mental/Foto: Dok. Goodreads
Novel ini mengikuti Yeong-hye, seorang perempuan yang tiba-tiba memutuskan menjadi vegetarian setelah mengalami mimpi mengerikan. Keputusan ini terlihat sederhana, tapi justru menjadi titik awal runtuhnya relasi, identitas, dan stabilitas mentalnya. Novel ini menggambarkan bagaimana tekanan sosial dan kontrol terhadap tubuh perempuan bisa berdampak besar pada kondisi psikologisnya.
Kekuatan cerita ini berada pada pendekatannya yang simbolis. Keputusan Yeong-hye untuk menjadi vegetarian merupakan bentuk resistensi terhadap norma patriarki dan ekspektasi masyarakat. Novel ini sudah tersedia dalam terjemahan bahasa Indonesia.





